Posted on

#TahukahKamu Bukan Tiongkok, Bukan Jepang, tapi Singapura Menjadi Investor Terbesar Indonesia Saat Ini

Investor Singapura

 

Singapura ternyata masih menjadi investor terbesar bagi Indonesia. Rilis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat bahwa Penanaman Investasi Asing (PMA) yang berasal dari Negeri Singa pada semester I 2017 mencapai US$ 3,66 miliar atau setara Rp 48,69 triliun. Angka ini setara 24 persen dari total investasi asing (Foreign Direct Investment/FDI) di Indonesia dan merupakan yang terbesar dibanding negara lainnya.

Di urutan kedua, Jepang dengan nilai investasi US$ 2,85 miliar dan di posisi ketiga Tiongkok senilai US$ 1,95 miliar. Dari 10 negara dengan investasi terbesar ke Indonesia, nilainya mencapai US$ 13,33 miliar atau 86 persen dari total investasi US$ 15,55 miliar setara Rp 206,9 triliun. Investasi asing ke Indonesia sepanjang paruh pertama tahun ini tumbuh 5,8 persen dibandingkan paruh pertama tahun sebelumnya.

Total investasi di Indonesia dalam enam bulan pertama 2017 mencapai Rp 678,8 triliun atau sekitar 49,6 persen dari target. Jumlah tersebut terdiri atas PMA Rp 429 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp 249,8 triliun.

Sumber arsip: katadata, 26 Juli 2017

Posted on

#TahukahKamu Daftar Ormas/Orpol Dibubarkan Pemerintah Tanpa Lewat Pengadilan

Bubarkan

 

Pada 12 Juli 2017 Presiden Joko Widodo mengeluarkan Perppu No. 2 Tahun 2017 yang mengubah sejumlah pasal dalam UU No. 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Perppu ini memberikan wewenang bagi pemerintah untuk melakukan pembubaran Ormas tanpa proses pengadilan, berdasar pada sejumlah alasan. Sedangkan pembubaran partai politik saat ini diharuskan melalui proses pengadilan di Mahkamah Konstitusi.

Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) pada 26 Juli 2017 di lama Facebook merilis sejumlah Ormas dan Orpol dari masa ke masa yang dibubarkan pemerintah tanpa lewat pintu pengadilan. Alasan pembubaran antara lain dianggap anti-Pancasila, penodaan agama tertentu, dan memiliki indikasi membangun negara baru.

  • 1960: Masyumi (Pan-Islamisme). Dibubarkan melalui Penetapan Pemerintah No. 7 Tahun 1959 dan Keppres No. 200 Tahun 1960.
  • 1960: PSI (Sosialisme). Dibubarkan melalui Keppres No. 200 Tahun 1960.
  • 1963: PII (Islam). Dipaksa membubarkan diri melalui Keppres RI No. 139/1963.
  • 1966: PKI (Komunisme). Dibubarkan melalui TAP MPRS No. XXV/MPRS/1966, termasuk semua ormas yang dianggap underbow PKI.
  • 1987: GPM (Marhaenisme). Dibubarkan melalui SK Mendagri No. 120 dan 121 Tahun 1987 berdasarkan UU Ormas No. 8/1985.
  • 1997: PRD (Sosial Demokratik Kerakyatan). Dibubarkan melalui SK Mendagri No. 210-221 Tahun 1997.
  • 2015: GAFATAR (Al-qiyadah Al-Islamiyah). Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum meminta Dinas Kesbangpol Provinsi tidak mengeluarkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT).
  • 2017: HTI (Khilafah Islamiyah). Dibubarkan melalui SK Menkumham No. AHU-30.AH.01.08 Tahun 2017 berdasar Perppu No. 2 Tahun 2017.
Posted on

#TahukahKamu Inilah Juragan Kutang dari Solo

Agung Bra, radar solo

 

Namanya Agung Prakoso. Ia terkenal sebagai juragan kutang di Pasar Klewer Solo. Memiliki ratusan karyawan dengan omset miliaran dari berjualan breast holder (BH) atau bra.

Kehadirannya membetot orang banyak saat ia mengikuti kirab pembukaan Pasar Klewer yang baru seusai kebakaran, 21 April 2017. Kafilah BH Agung membawa dua gunungan yang berisi 960 bra. Ukurannya beragam; dari 32 hingga 44. Gunungan BH tersebut tentu saja menyedot perhatian pengunjung dan tamu undangan peresmian Pasar Klewer.

Gunungan BH pertama di Indonesia itu dibikin sendiri pedagang asal Sragen itu. Ia hanya butuh satu hari untuk membuatnya. Alasan Agung karena ia dibesarkan dari berdagang BH. Saking terbiasanya hidup dengan BH–dan juga celana dalam (CD) perempuan–Agung mengaku sangat gampang membuat gunungan.

Agung BH adalah grosir kutang dan celana dalam terbesar dan terlengkap di Pasar Klewer, Solo. Ingat kutang, ingat Agung!

Image: Radar Solo

Posted on

#TahukahKamu Tidak Naik Kelas, Siswa Bakar Sekolah

Karena dinyatakan tidak naik kelas, salah satu siswa SMKN 1 Kambowa, Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara, membakar gedung sekolah pada 12 Juli 2017. Sebagaimana diberitakan liputan6.com, siswa yang berasal dari Desa Mata tersebut kecewa dengan keputusan pihak sekolah yang membuatnya mengambil tindakan pembakaran seluruh ruangan kelas sekolahnya. Berkat bantuan warga, api tak sampai menyebar luas menghanguskan belasan ruangan kelas lainnya.

Posted on

#TahukahKamu Akhirnya, 9 Kotak Kosong Kalah di Pilkada Serentak 2017

Untuk pertama kalinya demikian banyak daerah yang mengikuti pilkada hanya diikuti 1 pasang calon. Paling tidak ada 9 daerah di Pilkada Serentak 2017 di mana para calon tunggal bertarung melawan kotak kosong. Ya, kotak kosong, kotak sunyi tanpa gambar.

Ke-9 daerah dengan calon tunggal tersebut adalah Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Kabupaten Pati, Kabupaten Landak, Kabupaten Buton, Kabupaten Maluku Tengah, Kota Jayapura, Kabupaten Tambrauw, dan Kota Sorong.

Hasilnya? Semua kotak kosong kalah. Artinya, tak ada daerah yang pimpinannya ditunjuk oleh pemerintah sambil menunggu pilkada tahun depan diselenggarakan ulang hingga ada pemimpin yang terpilih lewat sistem pemilihan.

Kotak kosong bukannya kosong. Ada beberapa daerah di mana pemilih kotak kosong melakukan perlawanan sengit, sebagaimana terjadi di Kabupaten Buton, Tebing Tinggi, dan Pati. Bahkan, sebelum Pilkada diselenggarakan pada 15 Februari 2017, beberapa lapisan masyarakat menggelar persekutuan dan kampanye bersama untuk pemenangan kotak kosong, sebagaimana kita temukan di Kabupaten Maluku Tengah dan Pati.

Berikut daftar para petarung yang memenangkan kesunyian kotak kosong: Continue reading #TahukahKamu Akhirnya, 9 Kotak Kosong Kalah di Pilkada Serentak 2017

Posted on

#TahukahKamu Ada 37 Calon yang Diusung PDIP Dinyatakan Kalah dalam Pilkada Serentak 2017

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengikutkan 101 pasangan calon yang bertarung dalam Pilkada Serentak yang diselenggarakan pada 15 Februari 2017. PDIP adalah partai yang menjadi motor memenangkan Jokowi dan Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden dalam Pemilihan Presiden 2014 silam.

Namun, menurut data kpu.go.id, sebagaimana dikutip tribunews.com, ada sekira 37 Calon yang diusung PDIP yang dinyatakan kalah dalam pilkada serentak. Berikut daftarnya: Continue reading #TahukahKamu Ada 37 Calon yang Diusung PDIP Dinyatakan Kalah dalam Pilkada Serentak 2017

Posted on

#TahukahKamu Pencipta Lagu Kebangsaan Singapura Orang Indonesia

Lagu kebangsaan memang harus ada di setiap negara. Lantunan berisi lirik persatuan tersebut memiliki fungsi untuk menambah kecintaan rakyat pada negaranya. Demikian pula dengan Singapura yang memiliki lagu wajib “Majulah Singapura”.

Yang menarik adalah, sebagaimana dikabarkan viva.co.id, fakta bahwa pencipta lagu tersebut justru orang Indonesia. Benar, dialah Zubir Said, sang putra Minangkabau yang juga menciptakan lagu anak resmi berjudul “Semoga Bahagia”.

Zubir Said lahir pada 22 Juli 1907 di Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia.

Posted on

#TahukahAnda Lagu Mars TNI “Andhika Bayangkari” TNI Diciptakan Komposer Lekra-PKI

Lagu “Andhika Bayangkari” merupakan mars defile TNI. Di setiap upacara bendera, mars ini selalu diperdengarkan. Tapi, tahukah Anda siapa komposer penggubahnya?

Ya, namanya Amir Pasaribu. Dia maestro musik Indonesia. Dia juga penulis kritik musik. Dan, ini yang lebih penting, dia komposer yang memiliki kesadaran bahwa politik dan kesenian tak bisa dipisahkan. Salah satu ungkapan Amir Pasaribu yang terkenal: “1000 kali seniman tak berpolitik, 1000 kali pula politik mencampuri seni dan seniman.”

Amir Pasaribu adalah seniman Lekra yang bahu-membahu dengan PKI memperjuangkan apa yang mereka sebut “Kebudayaan Rakjat”.

Pasca ’65 komponis kelahiran di Siborong-borong, Sumatera Utara, 21 Mei 1915 ini menjadi eksil di suriname selama 30 tahun. Pada Agustus 2002, Amir menerima anugerah Satya Lencana Kebudayaan Budaya Parama Dharma dari Presiden RI Megawati Soekarnoputri. Amir wafat di usia 94 tahun pada 10 Februari 2010.

Jadi, jika Anda ditanya siapa pencipta mars defile Tentara Nasional Indonesia atau TNI berjudul “Andhika Bayangkari” itu, jawablah: seniman Lekra-PKI!

Mestinya, TNI berterima kasih atas jasa seniman Lekra-PKI ini karena telah memberikan warisan sebuah lagu yang masih digunakan hingga sekarang dalam sebuah defile yang menunjukkan kekuatan bayangkara negara.

Ini lirik lagu “Andhika Bayangkari”:

Andika Bayangkari pencipta Sapta Marga
Pancasila mulai jadi Negara mulia
Bhinneka Tunggal Ika
Lambang bangsa satria
Menuju nusantara
Bahagia jaya, bahagia jaya