Baskara T. Wardaya ~ Suara di Balik Prahara (2011)

Rp 65.000,00

Judul: Suara di Balik Prahara: Berbagi Narasi tentang Tragedi 65
Penulis: Baskara T. Wardaya
Penerbit: Galang Press
Tebal: 398 hlm
Tahun Terbit: 2011

Stok 2

Keterangan

Sinopsis:

“Kami selalu dipindahkan dan dipindahkan bagai kotoran yang berbau busuk, menjijikan. Kami ditendang lalu dibuang. Agar hati kami tak lagi tenang. Demikian kira-kira jalan pemikiran penguasa saat itu terhadap kami para korban Tragedi ’65.”
Al Capone (nama samaran), Korban

BUKU ini memang beda. Bahkan berbeda dengan buku-buku lain serupa. Ia berupaya menarasikan suatu peristiwa sejarah dengan menampilkan beragam orang yang menjadi saksi maupun korban dari peristiwa sejarah tersebut. Bersamaan dengan itu disertakan pula bagaimana mereka merefleksikan dan memaknai apa yang telah dilihat dan dialami menurut perspektif masing-masing.

Secara khusus buku ini mengajak Anda untuk menyimak kembali hiruk-pikuk prahara tragedi kemanusiaan yang terjadi di Indonesia pada tahun 1965-1966 dengan segala dimensinya. Ada dimensi militer, ada dimensi keagamaan, ada dimensi etnis, ada dimensi sosial-ekonomi-politik. Sementara itu dari Para Korban ada narasi mengenai penangkapan tanpa alasan jelas, ada korban salah tagkap, ada pemuda kampung usia 19 tahun yang ditahan lalu dibuang ke Pulau Buru namun secara ajaib mengingat segalanya untuk Anda. Ada juga mantan Pejuang Kemerdekaan yang harus digotong setiap kali selesai diinterogasi oleh bangsanya sendiri.

Dari narasi-narasi berikut refleksi serta pemaknaan atas tragedi kemanusiaan yang telah menjadi titik-belok sejarah Indonesia pasca-Proklamasi tersebut, Anda diajak untuk berpikir-ulang tentang sejarah: bukan hanya tentang sejarah Tragedi ’65 melainkan juga tentang sejarah Indonesia pada umumnya; bukan hanya tentang sejarah Indonesia pada umumnya, mealainkan juga tentang di mana Anda sendiri selama ini berdiri di tengah arus sejarah Indonesia. Betul, buku ini memang beda.

***

“Keluargaku selalu disakiti, tetapi aku selalu sabar dan mengalah.
…Aku yakin kalau Tuhan itu Maha Tahudan Maha Adil.”
Sutini, Korban

Berat 0.4 kg