Peter Kasenda ~ Bung Karno Panglima Revolusi (2014)

Rp 55.000,00

Judul: Bung Karno Panglima Revolusi
Penulis: Peter Kasenda
Penerbit: Galang Pustaka
Tebal: x + 294 hlm
Tahun Terbit: 2014

Stok 2

Keterangan

Sinopsis:

“Kita bukan sekadar mengusir pemerintahan Belanda dari Indonesia. Revolusi kita menuju lebih jauh lagi daripada itu. Revolusi Indonesia menuju tiga kerangka yang sudah terkenal, Revolusi Indonesia menuju sosialisme, Revolusi Indonesia menuju kepada dunia baru tanpa l’exploitation de l’homme par l’homme dan l’exploitation de nation par nation. Bagaimana revolusi ini dimandekkan dengan kata revolusi sudah selesai…”

Lewat pidatonya pada tanggal 17 Agustus 1964, dengan nada menggelegar dan berapi-api, Soekarno menggelorakan semangat kepada rakyat Indonesia bahwa Revolusi Indonesia terus berjalan. Sang Proklamator ini sejak awal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia sudah memiliki rencana besar terhadap keberlangsungan Revolusi Indonesia. Ia sadar betul bahwa revolusi butuh waktu dan proses yang sangat panjang. Menurutnya, revolusi adalah proses dinamis dan dialektik–proses menjebol dan terus membangun. Arah Revolusi Indonesia yang di dengung-dengungkan Soekarno adalah membasmi feodalisme dan neokolonialisme serta mewujudkan kesejahteraan dan kedaulatan nasional. Memang tidak mudah bagi Soekarno untuk membentangkan bendera Revolusi Indonesia. Banyak tangan yang ingin memotong bentangan itu atas nama kepentingan.

Karena itu, boleh dibilang, Soekarno adalah negarawan yang kontroversial pada zamannya. Pekik semangat Soekarno berubah menjadi rona kekecewaan pada saat bangsa ini sudah tak sejalan lagi dengan rel revolusi yang sudah dibangunnya. Apakah itu artinya Revolusi Indonesia berakhir dengan anti-klimaks? Memang, Soekarno belum bisa mengantar dan mengawal Revolusi Indonesai hingga menemukan wujudnya. Meski demikian, pemikirannya tetap menjadi kiblat anak-anak bangsa untuk menjadikan negeri ini bisa berdaulat. Ibarat seorang panglima, Soekarno sudah membangun strategi untuk membangun kekuatan bangsa sekaligus membendung ancaman yang ingin merebut kedaulatan rakyat. Dalam buku inilah, kita bisa mengenal dan mengetahui pemikiran, karya, hingga kontroversi Soekarno secara faktual. Di sinilah, kita berguru kepada sang Panglima.

Berat 0.3 kg