Menembus Kabut Wamena (Jakarta Jakarta, 11-17 September 1993)

Rp 6.000,00

Majalah: Jakarta Jakarta
Edisi: No 375, 11-17 September 1993
Halaman: 37-41

  • Lokasi Stok: Gudang Warsip
  • Versi Produksi: Digital/PDF

Stok 20

SKU: KL_3303 Kategori: Label , , ,

Keterangan

CATATAN: Jika sulit untuk login, silakan hubungi jalur cepat Gudang Warung Arsip via SMS/Wasap ~ 0878-3913-7459 (Pesan Cepat)

Keterlanjangan atau kesederhanaan bisa dipandang sebagai keindahan bisa pula keterbelakangan. Tergantung pada sudut pandang yang digunakan. Kaum Orientalis Barat akan memandang keterlanjangan di Irian sebagai suatu yang layak dipertahankan sebagai satu bentuk keaslian. Sementara banyak pihak memandang keterlanjangan identik dengan keterbelakangan. Tak heran ada yang meragukan kesiapan masyarakat Irian Jaya menerima siaran televisi dengan mayoritas acara impor.

Keterlanjangan memang masih ada di Wamena. Ini realita. Di sepanjang Lembah Baliem itu, laki-laki Dani melapisi tubuhnya dengan koteka, sedangkan yang perempuan mengenakan sali.

Additional Information

Weight 0.01 kg