tabloid-iboekoe-edisi-pramoedya-ananta-toer

Tabloid IBOEKOE Edisi Pramoedya Ananta Toer

Rp 15.000,00

 

Penulis: Muhidin M Dahlan, dkk
Penerbit: IBOEKOE
Edisi: Vol I Th I, Juni 2006
Tebal: 56 hlm
Produksi: Digital | PDF

Stok 5

Keterangan

Tabloid ini terbit sepurnama ketika Pramoedya Ananta Toer pergi untuk selama-lamanya. Rekaman tentang jejak penulisan dan proyek dokumentasinya yang panjang. “Menulis dan dokumentasi adalah tugas nasional saya,” kata Pram.

Pram memang telah berangkat dengan kereta api pagi pada Ahad (30/a/2006,08.55)-dua hari setelah hari pergi penyair Chairil Anwar-di usia 81 tahun 84 hari. Tapi Pram sangat yakin bahwa ia akan abadi. Dan keyakinan itu sudah ia tuliskan dalam sebuah artefak utuh tanpa ragu di halaman 356 kuartet keempat Buru, Rumah Kaca: “Menulislah, jika tak menulis, maka kamu akan ditinggalkan seiarah.”

Pram memang bukanlah buku yang biasa. Buku yang datang tergesa-gesa, cepat, dan setelah itu dilupakan orang. Pram juga bukan buku cengeng, picisan, dan penuh cekikikan. Sebab hidup Pram adalah hidup yang selalu sepi, sunyi, disiakan, sekaligus keras dan berjelaga. Nasib dan respons kehidupan yang tak memanjakan membawanya menjadi buku yang selalu tegak menantang cadas atau apa pun yang mengganggu otonomi tubuh dan pikiran dan ideologinya.

Inilah daftar artikel yang terhimpun dalam buletin ini:

  1. Mas Pram, Siapa Sebenarnya Kamu?
  2. Pram, Buku Yang Tak Pernah Selesai Dibaca
  3. Pengembaraan Anak-anak Ruhani Pram
  4. Penjara, Hadiah teindah buat Pembaca
  5. Mata Pusaran: Yang Cacat, Yang Kembali
  6. Ensiklopedia Kawasan Indonesia
  7. Di Bawah Naungan Para Srikandi
  8. Buku, Perang, dan Penjara
  9. Anak Semua Bangsa, Bukan (Hanya) Anak Indonesia
  10. Pram sebagai Kurir Sastra Dunia
  11. Gemuruh Kontroversi Magsaysay
  12. Sayap-Sayap Pramoedya
  13. Suara dari Seberang
  14. Harry Aveling: “Karena pram Saya Hormati Indonesia”
  15. Pram yang Berkobar-kobar
  16. Pecahnya Kongsi Timah Guru-Murid
  17. Agama pram: Teis, Ateis, atau Pramis
  18. Hampir Kaku dalam Rangkulan
  19. Si Pendekar Gunting dari Bojong
  20. Di Perpustakaan Gajah Dituduh Nyolong
  21. Mesin-mesin Pram
  22. Nyanyi Bisu di Perpustakaan Yogya
  23. Ketika si Ong Tertusuk Keris Arok
  24. Maemunah Thamrin: Pram Nggak Ngurus Dapur
  25. Astuti Ananta Toer: Mainan Yang Diberi Pram Hanya Buku
  26. Judhistira Ananta Toer: Kami Dilarang Meminta
  27. Mujib Hermani: Pram, Ya Sudah Saya tidak Mau Jadi presiden!
  28. Diari Pramoedya Ananta Toer

Berat 0.1 kg