
Jl Sewon Indah No 1, Kecamatan Sewon
Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55188
![]()
admin@warungarsip.co | warungarsip23@gmail.com
![]()
0274-4531054
![]()
0878 39137 459
![]()
LINI ARSIP
-

Romo Sandyawan Sumardi: Untuk Mereka yang Terpinggirkan
Rp 8.000,00Troli -

Kasus Perumahan Gading Griya Lestari: Sertifikat? Janji Tak Bertepi
Rp 5.000,00Troli -

Soerjadi vs Megawati Soekarnoputri: Isu Kongres Luar Biasa PDI
Rp 15.000,00Troli -

Esai Syamsuddin Haris: Politik Birokrasi Orde Baru
Rp 4.000,00Troli -

Udin Dibunuh: Munculnya Tokoh GM si “Pembunuh”
Rp 6.000,00Troli -

Wawancara Muladi: Dari Protes, Hadiah Nobel, sampai Udin dan Mafia Peradilan
Rp 20.000,00Troli -

Kebakaran Pasar Senen Terhebat setelah Malari
Rp 8.000,00Troli -

Kasus Bank Pacific dan Commercial Paper: Vonis Pengemplang Utang
Rp 5.000,00Troli
TAHUKAH KAMU
- #TahukahKamu Inilah Laporan Kerja Pendokumentasian di Warung Arsip Tahun 2020
- #TahukahKamu Lima Situsweb yang Memandumu Mendapatkan Informasi Akurat seputar Pandemi Covid-19
- #TahukahKamu Berapa Lama Mendokumentasikan Satu Eksemplar Koran
- #TahukahKamu Berapa Waktu Diperlukan Mengkliping Satu Eksemplar Majalah Setebal 36 Halaman?
- #TahukahKamu Inilah Laporan Kerja Digitalisasi di Warung Arsip Tahun 2019
LAMAN DEPAN HARI INI
Media Indonesia | 10 Januari 2021 | #SriwijayaAir
Sriwijaya Post | 10 Januari 2021 | #SriwijayaAir
Solo Pos | 10 Januari 2021 | #SriwijayaAir
Tribun Jogja | 10 Januari 2021 | #SriwijayaAir
HARI INI DALAM SEJARAH
- 1917 - Organisasi wanita Muhammadiyah “Aisjijah” berdiri di Yogyakarta. Lahirnya orgaan ini dimulai dari pertemuan antara pengurus Muhammadiyah dengan anggota Sapa Tresna. Tugas Sapa Tresna yang dibentuk sejak 1914 adalah menyantuni anak-anak yatim piatu wanita. Ketua dari Sapa Tresna adalah Nyonya Sudjak dan dibantu gadis-gadis KaumanYogya. Dari pengurus Muhammadiyah tampak hadir KH. A. Dahlan, KH. Fachruddin, KH. Mochtar, dan Ki Bagus Hadikusuma. Sementara itu, anggota Sapa Tresna adalah Siti Barijah, Siti Dawimah, Siti Dalalah, Siti Busjro, Siti Wadingah, dan Siti Badilah. Awalnya, nama yang diusulkan adalah “Fatimah”. Kemudian, Kiai Fachruddin mengusulkan nama “Aisjijah” dengan argumentasi nama dari isteri Nabi Muhammad Saw. yang bernama Siti Aisyah. Pengikut Siti Aisyah bernama Aisyiyah. Dengan nama tersebut diharapkan organisasi wanita Aisiyah dapat berdampingan bersama Muhammadiyahdalam perjuangan.