
Jl Sewon Indah No 1, Kecamatan Sewon
Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55188
![]()
admin@warungarsip.co | warungarsip23@gmail.com
![]()
0274-4531054
![]()
0878 39137 459
![]()
LINI ARSIP
-

Wawancara Khusus Nursyahbani Katjasungkana, S.H.: “Ini Bukan Soal Aib, tapi Ketidakadilan….”
Lebih lanjut -

Wawancara Khusus Permadi, S.H.: “Alamlah yang Akan Marah”
Lebih lanjut -

Kabar Humanis Fotografi: Hidup Karya di Tengah Sampah
Lebih lanjut -

Mengadili Perkara Aktivis PRD dan Kudatuli: Jawaban Anak-Anak Kurang Sopan
Lebih lanjut -

Wawancara Muchtar Pakpahan: Air Jernih kalau Diubek-ubek Akan Keruh Juga
Lebih lanjut -

Udin Dibunuh, Wawancara Dwi Sumaji & Asrief Adam: “Saya Memang Tidak Tahu Apa-Apa”
Lebih lanjut -

Esai Abdul Mun’im Idries: Analisa Kriminalitas 1996, Pembunuhan di Sekitar Kita
Lebih lanjut -

Esai Mulyana W. Kusumah: Kriminalitas 1996, Soal Pemerkosaan, Ekstasi, Sampai Budaya Kekerasan
Lebih lanjut
TAHUKAH KAMU
- #TahukahKamu Inilah Laporan Kerja Pendokumentasian di Warung Arsip Tahun 2020
- #TahukahKamu Lima Situsweb yang Memandumu Mendapatkan Informasi Akurat seputar Pandemi Covid-19
- #TahukahKamu Berapa Lama Mendokumentasikan Satu Eksemplar Koran
- #TahukahKamu Berapa Waktu Diperlukan Mengkliping Satu Eksemplar Majalah Setebal 36 Halaman?
- #TahukahKamu Inilah Laporan Kerja Digitalisasi di Warung Arsip Tahun 2019
LAMAN DEPAN HARI INI
Media Indonesia | 10 Januari 2021 | #SriwijayaAir
Sriwijaya Post | 10 Januari 2021 | #SriwijayaAir
Solo Pos | 10 Januari 2021 | #SriwijayaAir
Tribun Jogja | 10 Januari 2021 | #SriwijayaAir
HARI INI DALAM SEJARAH
- 1909 - R.M. Sedyatmo lahir di Karanganyar, Jawa Tengah. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh insinyur sipil Indonesia, cendekiawan, praktisi, ilmuwan, dan guru besar Institut Teknologi Bandung (ITB).
- 1910 - Tjoet Nyak Meutia meninggal dunia di Alue Kurieng, Aceh. Ia menjadi pahlawan nasional Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 107/1964 pada tahun 1964.
- 1950 - Pantia Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menghadap notaris dan memperoleh dasar hukum berdirinya perkumpulan dokter dengan nama "Ikatan Dokter Indonesia". Tanggal ini kemudian ditandai sebagai "Hari Dokter Nasional".





