Posted on

#TahukahKamu Mau Magang di Warung Arsip? Ini Ketentuannya

Peserta magang Warung Arsip di tahun 2018

 

Warung Arsip yang berada di bawah naungan Yayasan Indonesia Buku selalu membuka pintu bagi siapa saja belajar mendokumentasi. Selain terciptanya insan Pancasilais puluhan karat, serangkaian kemampuan dasar mesti dicapai setiap peserta dalam program ini dengan sekuensi waktu tertentu.

Jumlah

  • Peserta tidak ditentukan dari jumlah berapa orang. Satu orang boleh. Dua orang tidak apa-apa. Enam orang sekaligus lebih baik.
  • Kapan pun mendaftar selalu diterima. Dengan syarat, tidak sedang libur panjang nasional.

Persyaratan

  • Pemagang mahasiswa: memberikan surat pengantar dari kampus
  • Pemagang umum: mengisi surat pernyataan bermaterai
  • Mengisi formulir pendaftaran via Google Formulir (tautan: bit.ly/MagangWarungArsip)
  • Waktu magang minimal 8 pekan dan maksimal 12 pekan
  • Mengikuti penugasan sebagaimana yang disusun dalam “Kurikulum Magang”

Fasilitas

  • Mendapatkan sertifikat
  • Akses internet (wifi)
  • Mendapatkan rabat 15% khusus pembelian buku grup penerbit IBoeKoe
  • Mendapatkan arsip digital

Waktu

  • Masuk 3 kali per pekan (Selasa, Kamis, Sabtu atau Rabu, Jumat, Minggu)
  • Kegiatan magang dilaksanakan 5 jam per hari atau 15 jam dalam sepekan. Menyesuaikan waktu buka dan tutup Warung Arsip

Pencapaian

  • Mampu memahami proses kerja digitalisasi. Mulai dari pemakaian alat, identifikasi/metadata, dan penyimpanan.
  • Mampu mengelompokkan buku berdasar kategori khusus, memasukkan data, dan menyampul kulit buku.
  • Mampu mencari, menyusun, serta memasukkan kronik buku dalam pangkalan data daring yang tersedia.
  • Mampu menuliskan pandangan pribadi bersandar pada bahan-bahan arsip dan dokumentasi yang diperoleh selama magang.

Kontak

  • Surel: warungarsip23@gmail.com
  • Whatsapp: 0878 39137 459
  • IG: @warungarsip
  • Twitter: @warungarsip
  • FB: Warung Arsip
Posted on

#TahukahKamu Bukan Tiongkok, Bukan Jepang, tapi Singapura Menjadi Investor Terbesar Indonesia Saat Ini

Investor Singapura

 

Singapura ternyata masih menjadi investor terbesar bagi Indonesia. Rilis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat bahwa Penanaman Investasi Asing (PMA) yang berasal dari Negeri Singa pada semester I 2017 mencapai US$ 3,66 miliar atau setara Rp 48,69 triliun. Angka ini setara 24 persen dari total investasi asing (Foreign Direct Investment/FDI) di Indonesia dan merupakan yang terbesar dibanding negara lainnya.

Di urutan kedua, Jepang dengan nilai investasi US$ 2,85 miliar dan di posisi ketiga Tiongkok senilai US$ 1,95 miliar. Dari 10 negara dengan investasi terbesar ke Indonesia, nilainya mencapai US$ 13,33 miliar atau 86 persen dari total investasi US$ 15,55 miliar setara Rp 206,9 triliun. Investasi asing ke Indonesia sepanjang paruh pertama tahun ini tumbuh 5,8 persen dibandingkan paruh pertama tahun sebelumnya.

Total investasi di Indonesia dalam enam bulan pertama 2017 mencapai Rp 678,8 triliun atau sekitar 49,6 persen dari target. Jumlah tersebut terdiri atas PMA Rp 429 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp 249,8 triliun.

Sumber arsip: katadata, 26 Juli 2017