Keterangan
ISI BUKU
Pengantar Editor: Muhidin, si Manusia Tabu — 5
POLITIK DOKUMENTASI DAN KEBANGSAAN
- Politik tanpa (Pusat) Dokumentasi — 23
- Gerakan Melawan Rezim Tunasejarah — 28
- Bangsa yang Tak Merawat Diri — 32
- Warga dan Dokumentasi — 37
- Persatuan Indonesia — 41
- Pasar Bangsawan — 46
- Kaum “Bangsawan” Bersulih Jalan — 52
- Politik Keluarga — 58
- Politik Ibu — 62
- Kutukan 17 Oktober — 65
- Elegi Assaat — 69
- Pascanostalgia dan Nasionalisme (W)arisan — 73
POLITIK ENAM LIMA
- Pemberontak (Tak) Selalu Salah — 83
- Politik Kuburan — 87
- Politik Selembar Foto — 91
- Politik Angkatan ’45 — 96
- Kotak Suara PKI 1955 — 100
- Guru Non-Vaksentral — 126
- Tuntutlah Ilmu Debat Hingga ke PKI dan Masjumi — 130
- Setengah Abad Api Diponegoro (Di)padam(kan) — 139
- Setengah Abad Teror Kanigoro — 146
- Taufiq, PKI, dan yang Cabul-Cabul — 151
- 12 Pesan Tahun Baru dari Politbiro CC PKI — 157
- Lobi PKI untuk Gelora Bung Karno dan Pemilu 55 — 161
- M.H. Lukman, Hikayat Seorang Anggota Dewan — 166
- Hario Kecik: Serdadu Seniman yang Terempas — 174
- Semesta Politik Soeharto — 181
POLITIK DEMOKRASI ELEKTORAL
- Menguji Viabilitas Kubu Oposisi — 201
- Poster Politik — 208
- Pribumi dan Watak Kolonial — 216
- Seniman Berpolitik — 220
- Nama sebagai Merek Politik — 224
- Nurcholish Madjid dan Politik Biokultura — 228
- Ilusi Koalisi Permanen — 233
POLITIK AGAMA
- Haji dan Revolusi — 413
- “Islam Sedap” dan “Islam Murung” — 417
- Membumikan “Teologi Teomorfis” Posramadan — 423
- Menuju Sikap Beragama yang Dialogis — 430
- “Sang Imam Besar” Muslim tanpa Masjid — 436
Riwayat Publikasi — 441
Indeks — 449
Tentang Editor 461





