Makam Sultan Agung dan HB IX di Imogiri (Editor_No.48/Thn. II/ 05 Agustus 1989)

Rp 4.000,00

Penulis: Riyo Sesono
Media: Editor No.48
Tahun: 1989
Halaman: 58-59
Ukuran: 7.34 MB

Stok 25

Keterangan

Sepenggal doa puji-pujian terdengar lamat-lamat dari kegelapan malam di sebuah cungkup makam, di Bukit Merak, Imogiri, Yogyakarta. Lantunan doa yang dipimpin kuncen – juru kunci- itu membentuk paduan irama yang menggiriskan.
Imogiri, seperti kita tahu, adalah makam para raja Yogyakarta dan Surakarta. Terakhir, Sri Sultan Hamengku Buwana IX disemayamkan di sana 8 Oktober tahun lalu.
Tirakatan dilakukan dengan melantunkan donga pepujen – doa puji-pujian. Itu sebagai prasyarat untuk mendapat berkah dari yang sumare (mereka yang telah disemayamkan) di situ.
Malam Jumat Kliwon lalu, yang bertepatan dengan tanggal 20 Juli lalu, bulan pucat menggantung di langit. Udara dingin menggigit. Bau kemenyan dan kembang aneka macam menyebar, membangkitkan suasana mistis.