Skandal Bapindo: Nyanyian Eddy Tansil yang Meringankan Maman (FORUM_No. 6, 07 Juli 1994)

Rp 3.000,00

Penulis: Wahid Rahmanto & Santoso
Media: FORUM_No. 6
Tahun: 1994
Halaman: 15
Ukuran: 5. 6 MB

Versi Produksi: Digital/PDF
Lokasi Stok: Gudang Warsip

Stok 25

Keterangan

“Pak Maman Suparman (bekas Wakil Kepala Bapindo Cabang Jakarta), hanya pelaksana. Dia tidak punya wewenang,” kata bos Grup Golden Key, Eddy Tansil, ketika diminta kesaksiannya atas terdakwa Maman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pertengahan Juni lalu. Hal itu dikemukakan Eddy, karena semua perubahan atas kredit yang diajukannya sudah dibicarakan dan disetujui Kantor Pusat Bapindo.

Eddy menerima kredit dari Bapindo dalam bentuk usance letter of credit (L/C) antara 1989 dan 1991. Dana itu dipakai Eddy untuk membeli mesin-mesin bagi PT Graha Swakarsa Prima, PT Pusaka Warna unit Polythelene, masing-masing senilai 125,5 juta dollar AS (sekitar Rp 265 miliar), 109,9 juta dollar AS (sekitar Rp 231 miliar), dan 241,2 juta dollar AS (sekitar Rp 506 miliar). Padahal, kredit tersebut seharusnya baru cair setelah pemohon menyerahkan kontrak asli pembelian barang dan menyetor deposito Rp 3,6 miliar.

CATATAN: Jika Anda sulit untuk masuk di warungarsip.co, silakan hubungi jalur cepat Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp ~ 0878-3913-7459 (Pesan Cepat)