Mario F Lawi ~ Memoria (2013)

Rp 50.000,00

Judul: Memoria: Kumpulan Puisi
Penulis: Mario F Lawi
Penerbit: Indie Book Corner
Tahun Terbit: 2013
Tebal: 156 hlm
ISBN: 978-602-7673-96-0

  • Kondisi: Baru
  • Lokasi Stok: Gudang Warsip
  • Versi Produksi: Paperback/Cetak Massal

Stok 1

SKU: BU_432 Kategori: Label ,

Keterangan

CATATAN: Jika sulit untuk login, silakan hubungi jalur cepat Gudang Warung Arsip via SMS/Wasap ~ 0878-39137-459 (Pesan Cepat)

 

Buku ini berisi 133 puisi Mario F Lawi yang ditulis dalam rentang 2004-2013. Buku ini berbicara tentang hati penyairnya yang jatuh cinta–dalam pengertian yang luas.

Mario F Lawi adalah salah satu penyair muda yang paling banyak dibicarakan belakangan ini. Puisi-puisinya yang khas, dengan diksi khas latar belakang tanah kelahirannya NTT dan kehidupan Greja, ia menawarkan puisi-puisi yang cenderung baru baik dalam bentuk, penulisan dan pilihan diksi.

Menurut Dicky Senda, Mario adalah generasi baru sastra NTT, setelah angkatannya Mezra Pellondou dan Maria Matildis Banda yang sudah diakui secara Nasional. Sebelum mereka, tentu saja, ada nama-nama yang tak bisa kita lupakan, Gerson Poyk, Umbu Landu Parangi, John Dami Mukese, dll. Tak berlebihan memang jika penyair seangkatannya ini mendaulat mahasiswa ilmu komunikasi univ. Undana ini, sebagai generasi baru penyair NTT. Kekuatan puisi-puisinya (tema, diksi, dsb), juga keluwesannya bergaul dengan sastrawan-satrawan membuat ia banyak diperbincangkan di dunia sastra Indonesia.

Fakta bahwa Mario masih muda (kelahiran 18 Februari 1991) pernah mengenyam pendidikan di SMU Seminari, kini sudah menjadi mahasiswa ilmu komunikasi, menjabat sebagai pemred sebuah jurnal sastra yang sudah terdaftar resmi di LIPI, tergolong pribadi yang sangat terbuka untuk berdialog dan tak kalah penting, adalah seorang muda kutu buku! Semuanya pasti memiliki peranan yang besar bagi perjalanan kepenyairannya.

Inilah satu puisi Mario F Lawi:

Sehelai rambutmu sekejap menjelma badai
Yang anggun menggulung sisa pelayaranku

Umpamakanlah doaku berkisar pada arah
ke mana kompas gelisah menuntun pencarianku

matamu bintang para kelasi setelah mereguk
sisa kesunyian di antara puing-puing badaimu

hikayatku baru saja digariskan; sebuah perahu
diombang-ambingkan gelombang lautmu

(Perahu)

Additional Information

Weight 0.2 kg