Muhammad Barir ~ Tradisi Al-Qur’an di Pesisir

Rp 78.000,00

Judul: Tradisi Al-Qur’an di Pesisir: Jaringan Kiai dalam Transmisi Tradisi Al-Qur’an Di Gerbang Islam Tanah Jawa
Pengantar: Ahmad Rafiq, Ph.D.
Penerbit: Nurmahera
Terbit: Cetakan Satu, November 2017
Tebal: xviii + 266 hlm; 14 x 21 cm
ISBN: 978-602-50619-0-5

  • Kondisi: Baru
  • Lokasi Stok: Gudang Warsip

Stok 3

SKU: BU_764 Kategori: Label , , , ,

Keterangan

Clifford Geertz mencoba menjelaskan bahwa proses transmisi dan transformasi tradisi masyarakat tidak bisa lepas dari peran cultural broker. Seorang cultural broker berfungsi mutlak dalam menyaring dan menentukan bangunan tradisi dalam sebuah masyarakat. Otoritasnya, pada gilirannya terefleksikan melalui sosok kiai dalam konteks masyarakat Islam Jawa.

Hal ini menyisakan permasalahan bahwa Al-Qur’an sebagai kitab suci bagaimanapun tidak dapat lolos dari refleksirefleksi tradisi. Pada tahap ini, proses transmisi dan transformasi Al-Qur’an berada dalam pengaruh kiai dalam kapasitasnya sebagai cultural broker. Al-Qur’an yang hadir dan diperkenalkan dalam konteks ruang dan waktu abad ke tujuh memungkinkan untuk diterima sebagai sesuatu yang asing oleh masyarakat dalam ruang dan waktu yang berbeda. Ia terbawa melalui tahapan tahapan tradisi seiring masuknya Islam melalui proses interaksi multikultural yang panjang. Namun, hal ini menyisakan permasalahan mendasar bahwa dalam transmisi dan transformasinya, tradisi Al-Qur’an terefleksikan secara variatif dan terkadang bertentangan satu dengan lainnya. Penelitian ini berupaya memahami rangkaian proses tersebut melalui dua rumusan masalahnya, yaitu bagaimana bentuk transmisi dan transformasi pengetahuan kiai tentang tradisi Al-Qur’an di Gresik dan Lamongan? Serta bagaimana transmisi dan tradisi Al-Qur’an dalam konteks kiai sebagai cultural broker?

“Buku ini menjadi salah satu upaya meneruskan kajian yang pernah dirintis oleh Martin Van Bruinessen, Howard F. Federspiel, Anthoni H. John, dan lainnya. Perpaduan sejarah sosial dan studi kitab suci menjadi perspektif yang tidak banyak dilakukan oleh sarjana Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Penelitian ini menunjukkan bahwa kajian Al-Qur’an tidak hanya meliputi apa yang ada di dalam teks (nash), namun juga meliputi keseluruhan konteks yang ada di sekitar teks, yang selalu dinamis dan variatif.
(Dr. H. Abdul Mustaqim, Kaprodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Penulis buku Epistemologi Tafsir Kontemporer)

CATATAN: Jika sulit untuk login, silakan hubungi jalur cepat Gudang Warung Arsip via SMS/Wasap ~ 0878-3913-7459 (Pesan Cepat)

Additional Information

Weight 0.4 kg