Sal Murgiyanto ~ Tari, Wayang, dan Gamelan Seabad Lewat (Kompas, 1 Januari 2000)

Penulis: Sal Murgiyanto
Media: Kompas
Tahun: 1 Januari 2000
Halaman: 46

  • Lokasi Stok: Gudang Warsip
SKU: KL_3745 Kategori: , Label , , , ,

Keterangan

Tiga ratus tahun berjuang tanpa hasil, raja-raja Jawa dan Bali kemudian banyak yang pasrah dan memusatkan perhatiannya pada kegiatan gamelan, tari, dan wayang, atau mistik. Wacana budaya pada saat ini adalah bertahan hidup. Kebesaran raja-raja Jawa sebenarnya tinggal nama karena secara politik dan ekonomi mereka sangat bergantung kepada pemerintah Hindia Belanda. Ada kalanya para raja justru membantu penjajah Belanda mengeksploitasi rakyatnya.

Patronase pertunjukan tari, wayang, dan gamelan tetap, walau jumlahnya berkurang. Upacara-upacara besar yang diselenggarakan raja berubah fungsi dari sebuah ritual yang mengandung martabat menjadi hiburan atau klangenan yang lebih mementingkan gebyar wujud daripada esensi isi.

Upacara grebeg, misalnya, tak lagi diselenggarakan semata-mata untuk keselamatan dan kemakmuran raja dan rakyatnya, tetapi juga (dan terutama) untuk Kanjeng Ratu Wilhelmina.

KATALOG: Kliping ini tersedia secara luring di Gudang Warung Arsip. Jika berminat, datang ke gudang kami atau hubungi via nomor kontak 0878-3913-7459.