Th Sumartana ~ Raden Mas Tirtoadisuryo, Penggubah Sejarah di Pergantian Abad (Kompas, 1 Januari 2000)

Media: Kompas
Tahun: 1 Januari 2000
Halaman: 55

  • Lokasi Stok: Gudang Warsip

Keterangan

Tugas penulis sejati memang menghidupkan kembali segala pengalaman yang sudah mati di dalam benak ingatan masyarakat. Orang lalu punya cermin kehidupan untuk berkaca, dan melihat dirinya dalam pantulan sang tokoh. Tulisan Pramudya tentang Tirtoadisuryo yang berjudul Sang Pemula (Hasta Mitra, Jakarta, 1985), memang hanya merupakan salah satu dari banyak karya Pramudya yang telah disumbangkannya untuk Indonesia. Ia telah menghidupkan kembali banyak kematian yang telah dialami dan terkubur di benak ingatan masyarakat.

Menurut hemat saya, upaya penampilan Tirtoadisuryo tidak dimaksudkan untuk menafikan tokoh pergerakan lain yang banyak di dalam sejarah bangsa ini. Sekalipun ada menyelip semangat semacam itu pada diri Pramudya; hal yang wajar, manakala kita terobsesi oleh ketokohan seseorang. Seseorang tokoh pergerakan bangsa bagi Pramudya bukanlah tokoh berurat, berdaging, dan bertulang biasa. Pendeknya Tirtoadisuryo adalah tokoh manusia biasa yang jauh dari sempurna. Orang yang malang melintang dan jatuh bangun dengan kesangsian, kegagalan, juga penuh dengan cerita petualangan (kehidupan seks), khususnya di kalangan para nyai cantik yang gampang didapati di pergantian abad lalu.

Siapa Raden Mas Tirtoadisuryo? Ia seusia dan hidup sezaman dengan Raden Ajeng Kartini. Banyak kesamaan antara keduanya, khususnya bahwa mereka berdua bukan orang sembarang. Kematian mereka sama-sama memilukan, seolah-olah habis tenaga ketika bergulat melawan pelintiran dan putaran sejarah yang dahsyat di pergantian abad lalu.

KATALOG: Kliping ini tersedia secara luring di Gudang Warung Arsip. Jika berminat, datang ke gudang kami atau hubungi via nomor kontak 0878-3913-7459.