A. Suryana Sudrajat ~ Membendung Gunung Berapi Islam (Panjimas, Edisi Khusus, 2000)

Rp 3.000,00

Penulis: A. Suryana Sudrajat
Media: Panji Masyarakat, No. 40, Th. III
Tahun: 2000 (Edisi Khusus Milenium)
Halaman: 16-17
Ukuran: 7,6 MB

  • Versi Produksi: Digital/PDF
  • Lokasi Stok: Gudang Warsip

Stok 19

Keterangan

“Megawati.”
“Yes!”
“Abdurrahman Wahid.”
“Allahu Akbar!”
“Mbak Mega.”
“Oke!”
“Gus Dur.”
“Alhamdulillah!”
“Mega, Megawati, Megawati Soekarnoputri, Ibu Mega ….”
“KH Abdurrahman Wahid bin KH Wahid Hasyim, Gus Dur, Durahman, Abdurrahman Wahid, Gus Dur ….”

Dan ketika jarum jam menunjukkan pukul 14.15 WIB, salawat Nabi tiba-tiba memecah Ruang Sidang Paripurna Gedung DPR/MPR.

Orde Baru sudah tumbang. Dan, arus reformasi telah menempatkan tokoh-tokoh Islam seperti Gus Dur, Amien Rais, dan Akbar Tandjung, pada posisi penting Republik ini–melalui sebuah usaha yang keras dan cerdas dari Poros Tengah. Paling tidak, ini merupakan awal yang bagus bagi kaum muslimin untuk memasuki Milenium Ketiga.

Hanya, seperti diingatkan Kuntowijoyo, umat tidak boleh tersihir dengan demokrasi politik, yang lebih bertumpu pada “mediokrasi”, alias kemampuan rata-rata, ketimbang meritokrasi atau penghargaan terhadap orang yang mempunyai otoritas di bidangnya. Tanpa meritokrasi, ide kemajuan yang diluncurkan gerakan-gerakan Islam pada awal abad ke-20 akan sia-sia.

CATATAN: Jika Anda sulit untuk masuk di warungarsip.co, silakan hubungi jalur cepat Gudang Warung Arsip via SMS/Wasap ~ 0878-3913-7459 (Pesan Cepat)