Daulat Ra’jat No 32 Th 2 (30 Juli 1932)

Rp 25.000,00

Penulis: Sutan Sjahrir, dkk
Edisi: No 32 Th 2, 30 Juli 1932
Tebal: 8 halaman
Produksi: Digital | PDF

Stok 20

Keterangan

Motto:
Bahwa dalam pergoelatan-pergoelatan jang akan datang garis pemisah (pagar) diantara organisasi politik dan organisasi sekerdja akan lenjap, menoeroet pemandangan kami adalah keharoesan jang pasti, baik menoeroet perdjoangan itoe sendiri, maoepoen menoeroet sifat kekoeatan-kekoeatan, jang akan ditentangnja. Pembatasan jang rapi dari soesoenan sekerdja dari pada politik kaoem marhaen, dahoeloe kala adalah hasil keadaan-keadaan jang berlakoe hanja boeat sementara waktoe. Djika tiap-tiap pergerakan perekonomian moelai mengandoeng bibit-bibitnja perdjoangan oemoem, jalah perdjoangan politik, dan pada masa tiap-tiap perdjoangan politik teroetama soedah mempergoenakan sendjata pemogokan, jalah kekoeatan perekonomiannja, maka lenjaplah dengan sendirinja pemisahan (pagar) terseboet. (H. Roland Holst Van Der Schalk)

Terbit 10 Hari Sekali. Harga 15 Sen. Alamat administratie: Struiswijkstraat 57 Batavia-Centrum. Redactie: Gang Lontar IX/42 – Batavia-Centrum.

Harga langganan 1 tahoen f 6; 3 boelan f 1.50. Pembajaran lebih dahoeloe. Advertentie 20 sen satoe baris. berlangganan lebih moerah dan boleh berdamai.

Dikemoedikan oleh Commissie redaktie. Pengarang di Europa: Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir dan Suparman.

Isi Daulat Rajat Edisi No 32 Th 2, 30 Juli 1932:

Pergerakan Sekerdja Indonesia Dibawah Pengaroeh Fatsal 161 Bis Kitab Hoekoem Siksa ~ 1

Boeroeh ditanah merdeka, ketjoeali dari hak hoekoem dan hak jang loeas, jang diperkenankan kepadanja oentoek dapat memperbaiki nasibnja dengan soesoenan sarekat sekerdja, bagi boeroeh itoe djoega dipersediakan dewan ra’jat jang wakil-wakilnja dipilih sendiri. Tetapi tidak demikian dengan keadaan atau nasib boeroeh di Indonesia ini, jang semata-mata dibawah pengaroeh pertjampoeran jang tidak berbatas dari pemerintah.

Kelaparan di Indonesia ~ 2

Ketoeroenan harga barang pertanian jang hebat ini, jang mendjadi tandanja krisis, pertama kali mengatjaoekan roemah tangga desa di Djawa. Makin rendah harga barang tanaman, makin bertambah moerah poela harga hasil barang tanaman itoe, pertama kali demikian itoe mendjadi toeroennja pendapatan pentjaharian bapak tani miskin atau sebagai perkataan pemerintah: “ada kekoerangan wang”.

Padjeq Gade Goepermen ~ 3

Pertama kali roemah gade diadakan sedjak djaman kompeni (Vereenigde Oost Indische Compagnie). Pada waktoe itoe, roemah gade itoe disediakan boeat bangsa Eropah. Dari roemah gade itoe adalah pendirian social. Dibawah goepernoer djendral Daendels peroesahaan ini dilandjoetkan. Roemah gade ini adalah oesaha pertikelir, sedang jang mempoenjainja haroes mendapat idzin oentoek melakoekan peroesahaan itoe.

Jean Jaures – Kaoem Boeroeh dari Revoloesi dan Tanah Air ~ 5

Menoeroet keadaan semangat kaoem boeroeh, kaoem proletar Perantjis dari tahoen 1789 sampai 1795, dapatlah orang mengatakan bahwa mereka adalah petjinta tanah air dengan penoeh kekerasan hati tetapi poen mengandoeng batas. Petjinta tanah air, karena mereka tjinta pada revoloesi, dan pada waktoe itoe ditanah Perantjis jang revolusioner itoe, pengertian tanah air dan revoloesi adalah sama.

Perlengkapan Sendjata ~ 6

Keadaan doenia sekarang semakin katjau. Katjau boekan sadja dalam hal perekonomian, melainkan djoega dalam keadaan politik. Diadakan konperensi tentang doea hal ini, tetapi hasilnja boleh dikatakan nihil. Salah satoe konperensi adalah bersangkoet paoet dengan “keselamatan” doenia djadjahan ini. Ialah konperensi tentang perloetjoetan sendjata.

Additional Information

Weight 0.05 kg