Daulat Ra’jat No 5 Th 1 (30 Oktober 1931)

Rp 25.000,00

Penulis: Sutan Sjahrir, dkk
Edisi: No. 5 Th. 1, 30 Oktober 1931
Tebal: 10 halaman
Produksi: Digital | PDF

Stok 20

Keterangan

Terbit 10 Hari Sekali. Harga 15 Sen. Alamat administratie: Struiswijkstraat 57 Batavia-Centrum. Redactie: Gang Lontar IX/42 – Batavia-Centrum.

Harga langganan 1 tahoen f 6; 3 boelan f 1.50. Pembajaran lebih dahoeloe. Advertentie 20 sen satoe baris. berlangganan lebih moerah dan boleh berdamai.

Dikemoedikan oleh Commissie redaktie. Pengarang di Europa: Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir dan Suparman.

Isi Daulat Rajat Edisi No 5 Th 1, 30 October 1931:

Mohammad Hatta – Sedikit Pemandangan tentang Pidato G.G. Baroe dimoeka Volksraad ~ 1

Soedah mendjadi kebiasaan dalam tiap-tiap negeri jang memakai dewab perwakilan, bahwa pemerentah jang baroe naik keatas koersi pemerentahan berpidato sedikit, soepaja ternjata haloean politiknja. Penting atau tidaknja, berisi atau kosongnja pidato itoe, hal ini bersangkoet dengan keadaan dan kekoeasaan dewan perwakilan. Karena dewan perwakilan itoe bermatjam-matjam; ada jang beroepa Dewan Ra’jat jang sebenarnja, ada poela jang poera-poera dan palsoe. Sebab, itoe poela, maka besar atau ketjilnnja penanggoengan pemerentah terhadap kepada dewan itoe bergantoeng kepada sifat dewan itoe.
Dalam negeri jang merdeka dan berdasar parlementarisme, seperti di Eropah barat, istimewa dalam negeri-negeri jang mempoenjai hoekoem Azas jang moderen, kekoeasaan Dewan Ra’jat itoe besar. Ta’ ada pemerentah jang dapat berdiri, kalau tidak mendapat kepertjajaan dari padanja! Ia senantiasa berhak menoentoet pemerentah atau salah satoe minister soepaja menentoekan sikap jang djelas dimoeka persidangannja. Kalau haloean atau politiknja disetoedjoei oleh Dewan Ra’jat atau sebagian besar dari padanja, maka ia dapat meneroeskan pekerdjaannja. Kalau ia tiada mendapat kepertjajaan dari Dewan Ra’jat, maka biasanja ia oendoer dan diganti oleh pemerintah baroe jang ada mendapat kepertjajaan itoe.

Pemboeka Djalan Perdjoangan Kita ~ 3

Keadaan pergerakan ra’jat pada zaman sekarang ini, pada faze ini, jang bermoaka doea, jang bantji, jang tweeslachtig, dan karenanja menoeroet hoekoem riwajat djatoeh sehingga sekarang pergerakan mandek, berhenti adanja, tersebab karena adanja pengaroeh nasional burgerlijk dalam pergerakan kera’jatan. dan karenanja poela pengaroeh kaoem terpeladjar itoe sampai sekarang adalah meroegikan adanja.
Dengan tidak disengadja kita ingat pada pendapatan Lenin jang membitjarakan tentang kaoem bangsawan jang mentjampoeri pergerakan revolusioner ditanah Roes sebeloem perang besar. Ia mengatakan bahwa semangat kaoem bangsawan itoe tidak djoedjoer, berkongkalikong, corrupt. Didikan semangat kongkalikong toeroen-temoeroen itoe dibawalah oleh kaoem bangsawan itoe kedalam pergerakan. Kelihatannja pendapatan ini mengandoeng kebenaran djoega.

Sanfoetsay – Arah Kemanakah Toedjoean Kita? ~ 4

Pada masa ini di Indonesia, sesoedahnja boebar partij bapa soekarno, oleh perboeatan satoe doea pemimpin sadja, terdjadilah partai P.I. dan partai Golongan Merdeka alias onafhankelijke groep.
Waktoe congres pemboebaran P.N.I. itoe dahoeloe terdjadi, sebagai pembatja ketahoei, tiadalah setahoenja anggauta-anggautanja P.N.I. sehingga pemboebaran ini mendjadikan bingoengnja anggauta-anggautanja jalah ra’jat Indonesia, sebagai partai ini tiada berdasarkan kera’jatan, seperti dikehendaki bapa Soekarno, tetapi bergantoeng oleh satoe doea pemimpin sadja.

Ismoe Hadiwidjaja – Soal Pergerakan di Indonesia ~ 4

Sebagai poetra Indonesia jang merasa berkewadjiban toeroet-toeroet membangoen Indonesia Raja, meskipoen ditertawakan, kewadjiban mana sesoenggoehnja mendjadi pikoelan semoea poetra dan poetri Indonesia jang merasa hidoep pada waktoenja, maka kami berkeinginan membentangkan soal diatas, meskipoen itoe soal adalah soal jang soelit, soelit-soelitnja. Teristimewa pada waktoe jang achir-achir ini, dimana ra’jat sedang hiboekmemilih pemimpin-pemimpinnja sendiri jang sedjati, dan jang tidak akan berpoetar-poetar alias moebeng-moebeng kalau telah djatoeh pada saatnja… Terlebih soelitnja ialah soal pergerakan pada waktoe akan datang, diwaktoe mana ra’jat akan terlebih banjak yang telah mengenal mata hoeroef, djadi soedah loegisch poela, bahwa akan lebih banjak poela jang akan terboeka matanja, atau berarti djoega jang aboe-aboean mata, atau kongkalikongkunde akan lenjap sama sendirinja.
Sebagai keadaan sekarang roepanja dari loear (lahirnja) berpetjah-belah, akan tetapi pada bathinnja adalah “satoe” ialah: “Indonesia Merdeka”.

Rapat Oemoem “Studieclub Ra’jat Indonesia” (Golongan Merdeka) ~ 5

Sdr. Inoeperbatasari membitjarakan tentang persatoean dan democratie. Persatoean atau bersatoe telah lama mendjadi boeah bibir pemimpin-pemimpin tetapi sajang perhatian ini tetap tinggal dibibir belaka. Kalau persatoean ini didjalankan dengan sebenar-benarnja tentoe Indonesia merdeka soedah lama terdapat. Dengan kekoeatan persatoean tentoe segala oesaha kita bisa lekas tertjapai. Maka itoe S.R.I. didasarkan atas democratie dan persatoean oentoek menoedjoe dalam kalangan ra’jat. Dan jang dimaksoedkan dengan persatoean ini ialah persatoean bathin dan semangat bekerdja. Walaoepoen oedara politik di Indonesia pada masa ini ada gelap goelita, akan kita jakin jang persatoean semangat dan bathin ada dikalangan ra’jat.

M. Saad Oesman – Rodi di Sumatera Selatan ~ 5

Disegenap pendjoeroe Indonesia jang masih bersangkoet paoetan dengan rodi (kerdja paksaan) itoe semoeanja berdaja oepaja oentoek menghapoeskan rodi itoe. Tempat-tempat di Indonesia jang rodi itoe soedah dilenjapkan jaitoe poelau Djawa, poelau Belitoeng, poelau Bangka, Riau dan daerahnja, Borneo barat, Ternate, onderafdeeling Banda, dan iboe negeri saparaoe.
Lain dari tempat jang terseboet diatas masih diwadjibkan rodi itoe kepada ra’jat jang beroemoer 18 sampai 50 tahoen. Jang dibebaskan rodi jaitoe orang-orang bekerdja pada goepermen dan peroesahaan-peroesahaan pertikoelir dll. Demikian djoega segala bangsa asing seperti Belanda, Djepang, Tionghoa, Arab, dll.
Rodi atau kerdja paksaan itoe di Sumatera Selatan ada beberapa matjam. Baiklah nanti kita terangkan satoe-persatoenja agar njata kepada pembatja.

Penjerangan Djepang di Mandsjoeria ~ 6

Ditengah-tengah keriboetan jang timboel karena krisis di negeri Inggeris, keriboetan mana menggontjangkan doenia, djoega bagian doenia jang doedoek sidang di gedoeng Volkenbond di Geneve, sedang masing-masing pihak menghitoeng-hitoeng apa jang akan moesti ditoenggoe dan dikerdjakan didalam keadaan baroe ini, pendek kata sedang: masing-masing pehak bersedia menjerang dan menangkis, maka tiba-tiba tilgram beritakan bahwa Djepang menjerang negeri Tiongkok dengan mendoedoeki Mandsjoeria. Kita tahoe bahwa kesoesahan negeri Inggeris sekarang amat berhoeboeng dengan politik Perantjis dan Amerika, djika Inggeris melepaskan gouden standardnja, jalah menangkis serangan tekanan Amerika dan Perantjis. Di Eropah jang telah dapat melihat djelas pertentangan ketiga negeri ini, terlebih-lebih tentang Inggeris dan Amerika, lagipoela kedoedoekan keoeasaan Perantjis di benoea Eropah. Pertentangan tiga pehak di Pacific jaitoe Amerika, Inggeris, dan Djepang sekarang menarik perhatian poela.

Pergerakan Vietnam (Tanah Air Annam, Indo China) ~ 8

Pergerakan kaoem boeroeh

1. Pemogokan
Di tahoen 1929 dipoesat-poesat keindustrian dari Tonkin jaitoe: Hhaipong, Hongai, Nam Dhin, Hanoi “kaoem boeroeh memperlihatkan bahwa ia tidak lagi akan beraksi sendiri-sendiri (individueel)”. Kaoem boeroeh jang terdidik, jaitoe toekang listrik, dll jang tidak bekerdja, jang mengandjoerkan oentoek beraksi demikian. Kebanjakan dari pemogokan ini dilangsoengkan dengan alasan bahwa gadjih terlampau rendah (sama rata 0,30 piastre sama dengan 30 sen sehari), kadang djoega karena kondities (perdjandjian) bekerdja amat djelek atau “kedjahatan pegawai koelit poetih”.

2. Pergeloetan koeli kontrak
Didalam pergerakan oemoem ini, boedak-boedak dari Michelin dll poen koeli kontrak bergerak. Akan tetapi ia poenja keadaan ada spesial dan pergerakannja amat soesah. Seperti kita tahoe koeli kontrak ini tidak dianggap manoesia, koeli itoe adalah soeatoe benda atau binatang spesial, dan karena itoe dipandang spesial poela. Lebih lagi loear biasa kedalam koeli kontrak. Poekoel tendang, toetoepan kalau ia hendak melepaskan dirinja.

Perdjoangan di India ~ 9

Sepandjang chabar Free Press Special, pada rapat oemoem 31 Maart 1931 di Karachi dalam Kongres Nasional India Mahatma Gandhi memadjoekan oesoel tentang hak-hak kepangkalan (fundamental right) dan daftar oesaha Congress tentang ekonomi.

Additional Information

Weight 0.05 kg