Daulat Ra’jat No 69 Th 3 (10 Agustus 1933)

Rp 25.000,00

Penulis: Sutan Sjahrir, dkk
Edisi: No 69 Th 3, 10 Agustus 1933
Tebal: 8 halaman
Produksi: Digital | PDF

Stok 20

Keterangan

Terbit 10 Hari Sekali. Harga 15 Sen. Alamat administratie: Struiswijkstraat 57 Batavia-Centrum. Redactie: Gang Lontar IX/42 – Batavia-Centrum.

Harga langganan 1 tahoen f 6; 3 boelan f 1.50. Pembajaran lebih dahoeloe. Advertentie 20 sen satoe baris. berlangganan lebih moerah dan boleh berdamai.

Dikemoedikan oleh Commissie redaktie. Pengarang di Europa: Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir dan Suparman.

Isi Daulat Rajat Edisi No 69 Th 3, 10 Agustus 1933:

Soekarno Ditangkap ~ 1

Penangkapan Soekarno pada 31 Juli malam menggontjang oedara politik di Indonesia. Pers reaksi bersorak-sorak dan mentjak-mentjak mengatakan bahwa penangkapan itoe, “menjenangkan hati”.

Suparman – Tenang oleh Karena Mengerti ~ 2

Sdr. Soekarno ditangkap P.N.I. dan Partindo dipoekoel dengan larangan berapat, Permi dan P.S.I.I. di Minangkabau mendapat poekoelan jang seroepa.

Tindakan-tindakan terhadap Pergerakan Kemerdekaan Ra’jat ~ 2

Penahanan Soekarno didasarkan atas alasan, bahwa dalam risalah jang dikarang olehnja: “Mentjapai Indonesia Merdeka” terdapat kalimat-kalimat jang isinja melanggar artikel 153 bis dari kitab hoekoem Siksa Belanda jang terkenal.

Kearah Socialisme ~ 3

Malam peralatan-peralatan boeroeh orang dapat membedakan doea matjam milik: milik tenaga dan milik pemeras. Pa’ tani adalah jang mempoenjai hatsil tanah, sebagai hatsil pekerdjaannja, itoelah milik tenaga sebenarnja.

Keradjaan Kolonial Perantjis jang Baroe ~ 4

Sesoedahnja Napoleon diboeang ke poelau St. Helena (1815) adalah tanah Perantjis ta’ berarti sebagai satoe keradjaan kolonial. Djadjahan-djadjahan jang banjak dahoeloe itoe hampir habis semoeanja. Sesoedah itoe ta’ dapatlah Peerantjis dinamakan lagi satoe keradjaan kolonial.

Pemandangan Loear Negeri ~ 6

Kita lambat laoen masoek dalam zaman kapitalisme jang beroepa anarchie dan keroeboehan dalam segala lapangan penghidoepan. Semangat apres moi la deluge, semangat jang beroepa ganas dan kedjam, keloear, semangat hendak melepaskan diri dari genggaman krisis ini dengan tjara bagaimanapoen djoega.

Additional Information

Weight 0.05 kg