Edhi Martono ~ Mengubah Pandangan Tentang Sungai (Editor_No.06, Oktober 1989)

Rp 3.000,00

Penulis: Edhi Martono
Media: Editor, No. 06
Tahun: 1989
Halaman: 57
Ukuran: 5.13 MB

  • Lokasi Stok: Gudang Warsip
  • Versi Produksi: Digital/PDF

Stok 25

Keterangan

Sungai barangkali merupakan bagian alam yang paling tuntas dimanfaatkan manusia. Lihatlah: peradaban-peradaban kuno yang berkembang selalu berada di DAS (Daerah Aliran Sungai) penting. Eufrat dan Tigris di Babilon dan Sumeria. Nil di Mesir. Lalu Tiber di Roma. Yang dalam negeri: Brantas untuk Mataram Lama, Kediri, Singasari, dan Majapahit.
Dari cara pemanfaatannya, sungai sangat serbaguna. Prasarana angkutan sebelum jalan bebas hambatan dan jalan layang – bahkan jalan “padat karya” – ada. Sumber langsung bahan makan ( ikan dan hewan-hewan penghuni sungai lainnya) dan bahan minum (airnya). Sumber tak langsung bahan makan (mengoncori sawah ladang). Dan yang tak pernah ditinggalkan: fungsi penampung sisa dan buangan. Jadi tak salah kalau sungai disebut sebagai sistem penyangga kehidupan. Atau life-support system, meminjam istilah Eugene Odum, tokoh ekologi terkemuka dari Georgia, Amerika.
Sebagai sistem turasan (sewage), sungai dan perairan dangkal tidak hanya murah, bahkan boleh disebut gratis. Contohnya New York Bight, dangkalan muara sungai Hidson yang dibatasi Long Islan dan New Jersey, mencakup daerah 5.200 km2, dengan kedalaman rata-rata 30 meter. Buangan hasil kegiatan 20 juta manusia kota New York dan sekitarnya dilimbahkan ke situ. Sepuluh juta ton limbah padat ditampungnya tiap tahun.
~

CATATAN: Jika Anda sulit untuk masuk di warungarsip.co, silakan hubungi jalur cepat Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp ~ 0878-3913-7459 (Pesan Cepat)