Fikiran Ra’jat No. 16 (14 Oktober 1932)

Rp 10.000,00

Penulis: Sukarno, dkk
Penerbit: Fikiran Ra’jat
Edisi: 14 Oktober 1932
Tebal: 24 halaman
Produksi: Digital | PDF

Stok 19

Keterangan

Saja adalah poetera Negeri Tiongkok dan boeat keselamatan negeri Tiongkok itoe saja bersedia menderita kesengsaraan. Tetapi saja djoega poetera seorang Tionghoa jang melarat, dan boeat keselamatan seorang Tionghoa jang melarat itoe saja bersedia menjerahkan saja poenja njawa. (Seorang Pemogok di Shanghai)

Isi No. 16, 14 Oktober 1932 adalah:

Karikatur | Kekoeasaan Inggeris mendjadi Lemah! ~ 1

Onderwijs Bangsa Kita dalam Bahaja! ~ 2

Hari 1 Oktober 1932, jaitoe hari berlakoenja ordonnasi baroe oentoek sekolah partikelir jang tidak dapat soebsidi dari pemerentah, oleh Ki Hadjar Dewantara telah dikirimkan soerat-soerat kepada goebernoer djendral, seperti jang berikoet:

Goebernoer Djendral Buitenzorg

Excellentie! Ordonnasi jang disadjikan amat tergesa-gesa dan didjalankan dengan tjara paksaan dan mengenai sendi toelangnja masjarakat dan adab, sesoedahnja rentjana pengadjaran (Dari Pemerentah) dibatalkan (oleh polksrat) seolah-olah memboektikan kebingoengan dan kegetaran pada pemerentah, jang dengan sifat berbahaja salah mengerti dan salah meraba terhadap kepentingan hidoep matinja ra’jat. Bolehlah saja memperingatkan, bahwa walaupoen machloek jang tak berdaja mempoenjai rasa aseli berwadjib menangkkis bahaja oentoek mendjaga diri dan demikianlah djoega boleh djadi kami karena terpaksa akan mengadakan perlawanan sekoeat-koeatnja dan selama-lamanja dengan tjara tenaga diam.

Ki Hadjar Dewantara

Perang jang akan Datang. hatsilnja Kapitalisme dan Imperialisme. Eropah menghadapi Kiamat? ~ 4

Didalam madjallah “Hua Chiao Tsing Nien Hui Monthly” kami batja seboeah toelisan, jang dengan terang sekali menggombarkan haibatnja bahaja perang jang kini mengantjam doenia. Karangan itoe kami berikoetkan dibawah ini.
Kita sering memperingatkan bahwa didalam peperangan doenia jang akan datang, Indonesia akan ikoet mendapat pengaroeh kedjahatannja. Dan djoega bahwa peperangan adalah boentoetnja concurrentie kapitalistisch. Siapa jang ingin menjelamatkan doenia, haroeslah memerangi kapitalisme dan imperialisme! Itoelah kewadjiban Marhaen!
Dalam tijdschrif “Britannia & Eve” kita ada nampak toelisannja Lady Drummond Hay, isterinja satoe minister Inggeris dan datoe jurnaliste jang terkenal, tentang Duitschland poenja pendapatan baroe (uitvinding) dari tiga matjam alat electrische boeat sendjata perang dan sematjam gas, jang semoeanja dengan gampang sekali dipakai boeat membasmi sesamanja manoesia waktoe dalam peperangan. Ini semoea pendapatan baroe boekannja kegaiban dari achli Duitsch atawa dongengan kosong, tapi sebetoelnja ada alat sendjata jang menghairankan doenia, dan ada begitoe haibat sekali kerdjanja. Ini semoea Ladi Drummond Hay, waktoe koenjoengan sendiri Duitschland, soedah njatakan dan dapatkan keterangan lengkap tjara kerdjanja ini alat sendjata electrisch jang begitoe haibat. Meskipoen resianja jang sedjati telah sengadja ditoetoep rapat oleh itoe semoea achli-achli electrisch Duitsch.

Pergerakan Indonesia dan Pan-Asiatisme ~ 9

Berhoeboeng belakangan ini banjak sekali soerat-soerat kabar dan orang-orang memperbintjangkan soal Pan-Asiatisme ini, maka kami disini toeroet poela membitjarakannja. Diantara orang jang membitjarakan soal ini ada jang tegen, ada jang pro. Jang tegen mengatakan, bahwa haloean Pan-Asiatisme ini ada bertentangan dengan faham Nasionalisme Indonesia, ada poela jang mengatakan dengan penganoet Pan-Asiatisme hilanglah Nasionalisme Indonesianja, hilanglah azas Selfhelp, azas jang mengatakan haroes pertjaja pada kekoeatan, kebisaan dan kepintaran bangsa atau diri sendiri. Oentoek mengetahoei ini dengan tenang marilah kita mengoepasnja doeloe, membitjarakannja dengan sedikit lebar, agar kita mengetahoei sedikit dalam.
Apakah jang dinamakan Pan-Asiatisme?

Kera’jatan ~ 11

Kita telah melihat bahwa perasaan kemerdekaan ada terletak didalam kera’jatan: Kemerdekaan ialah toedjoean jang setinggi-tingginja oentoek segala manoesia. Dasar dan patokan-patokan kera’jatan jang akan melinjapkan segala rante keboedakan, jang akan memberi kepada manoesia kemerdekaan seloeas-loeasnja, tidak sadja kemerdekaan politik. Akan tetapi djoega didalam religie, didalam igama, didalam ekonomi, sosial, dsb. Disini kita memperingatkan bahwa kedemokrasian didalam politik sadja, beloemlah mengandoeng kedemokrasian didalam ekonomi. Kedemokrasian politik beloem berarti persamaan dan kemerdekaan didalam ekonomi. Maka daripada itoe oentoek mentjapai kedemokrasian, kera’jatan jang setinggi-tingginja, maka terpenting sendirilah:
Semangat kera’jatan perasaan kekoeasaan didalam organisasi dari ra’jat djelata, kaoem kromo. Semangat haroes merasoek didalam sanoebari ra’jat mendjadi toelang soengsoem ra’jat. Haroes mendjadi kejakinan jang sedalam-dalamnja oentoek ra’jat tadi. Dengan itoe, dengan keinsjafan ini, baroelah dapat tertjapai kera’jatan jang semoelia-moelianja.

Pergerakan Sekerdja di Indoensia ~ 14

Pada hari minggoe baroe ini tanggal 9 Oktober oleh sarekat sekerdja jang menggaboengkan dirinja didalam P.V.P.N. (Persatoean Vakbond Pegawai Negeri) telah diadakan moment aksi dilima tempat jang besar-besar ditanah Djawa. Maksoednja tak lain tak boekan,jalah oentoek mengadakan penentangan terhadap penoeroenan gadjieh limapoeloeh persen dari kaoem boeroeh pegawai negeri, jang bisa didjalankan pada tahoen jang akan datang. Apakah maksoednja ini akan tertjapai? Ini masih didalam pertanjaan, karena kita lihat pada penoeroenan gadjieh jang sepoeloeh persen, sebeloemnja ini didjalankan soedah diprotes sekeras-kerasnja oleh jang berkepentingan. Boekan sadja didalam rapat-rapat jang diadakan oentoek itoe, tapi djoega didalam soerat-soerat kabar Belanda, Tionghoa ataupoen soerat kabar Indonesia, tapi hastilnja nihil, perotes tinggal perotes, tapi pemotongan gadjih toch diteroeskan. Pada itoe waktoe kita soedah lihat bagaimana lemahnja dan ketidak adanja tenaga dari sarekat sekerdja bangsa Indonesia, karena boekan sadja besinihing jang didjalankan, tetapi malahan lebih lagi, jaitoe dengan masa onselahan ongeschikt ataupoen tidak ongeschikt. Orang jang soedah bertahoen-tahoen sampai sepoeloeh tahoen bekerdja bisa dengan gampang dionselah.

Primbon Politik ~ 17

1. Lain daripada politik, bolehkah kami bertanja tentang pengetahoean oemoem?

2. Peroebahan lagoe Indonesia Raja, jang dioesoelkan oleh Bung Karno soedah diterima baikkah oleh panjairnja?

3. Diharap toean memaparkan sedjarah pahlawan-pahlawan Indonesia seoemoemnja.

Primbon Politik diasoeh Ir. Soekarno berisi tanja djawab politiek. FR kali ini memoeat pertanjaan dari Djakarta, dari Atjeh, dari Lampoeng.

Additional Information

Weight 0.05 kg