Fikiran Ra’jat No. 17 (21 Oktober 1932)

Rp 10.000,00

Penulis: Sukarno, dkk
Penerbit: Fikiran Ra’jat
Edisi: 21 Oktober 1932
Tebal: 24 halaman
Produksi: Digital | PDF

Stok 18

SKU: KL128 Kategori: Label , , , ,

Keterangan

Pergerakan kita boekanlah pergerakan jang hanja berazaskan hak sadja, pergerakan kita adalah menoedjoe kepada politieke macht oentoek meleksanakan kita poenja tjita-tjita. (August Bebel)

Isi Fikiran Ra’jat No. 17, 21 Oktober 1932 adalah:

Karikatur | Boeng Karno Terlihat dari Katja Mata seorang Abonne ~ 1

Pengaroeh Krisis Doenia atas Indonesia ~ 2

Pada waktoe krisis sedang mengamoek ini, boleh kita katakan bahwa tiap-tiap orang telah sama mendengar, mengetahoei dan merasai krisi itoe dengan zonder ketjoealinja. Akan tetapi oleh karena soedah semoestinja, bahwa tiap-tiap krisis ini datang jang sengsara oleh karenanja, boekan kaoem-kaoem oeang jang besar itoe, tetapi ra’jatlah djoega jang paling haibat mendapat serangannja, meskipoen kaoem jang kaja-kaja tadi tidak poela terloepoet daripadanja.
Telah oemoem poela orang mengetahoei, bahwa timboelnja krisis ini, ialah oleh karena di Eropah terlaloe banjak barang-barang bikinan berlebih (overprodoeksi) sehingga mendjadi koerang tenaga orang oentoek membeli (onderkonsoempsi). Oentoek mendjelaskan apakah sebabnja sekarang tanah toempah darah kita ini toeroet tertarik kedalam krisis doenia itoe, sedang didjaman dahoeloe ra’jat kita tidak mengenal akan krisis jang sematjam ini, kalau tidak krisis jang disebabkan oleh bentjana alam (natuur), maka disini maoelah kita kemoekakan beberapa roepa sebabnja itoe.

makloemat P.P.I.I. ~ 4

Pengoeroes Perikatan Perempoean Isteri Indonesia, setelah menjelidiki isi dan maksoed “Wilde-Scholen Ordonnantie” jang oleh pemerentah dengan tjara tergesa-gesa ditimboelkan dan moelai 1 Oktober 1932 dikerdjakan, berpendapat:
1. “Wilde-Scholen Ordonnantie” terseboet, jang dimaksoedkan: melindoengi kepentingan ra’jat (katanja. red.)
2. Ordonnansi memboenoeh kemerdekaan ra’jat akan menjesoeaikan pendidikan dan pengadjaran anak-anaknja dengan kejakinan, kefahaman, dan tjita-tjitanja.
3. Ordonnansi itoe mengandoeng maksoed memboenoeh oesaha ra’jat jang beerarti memberi kepertjajaan kepada diri sendiri, kepertjajaan mana perloe akan timboelnja kesanggoepan oentoek mentjapai kemerdekaan tanah air dan bangsa.

Nasionalisme Indonesia ~ 5

Didalam Fikiran Ra’jat No. 15 telah saja terangkan bahwa Nasionalisme Barat dan Nasionalisme kita itoe adalah beda, beda woedjoednja, beda isinja! Nasionalisme Barat (menoeroet C.R. Das itoe pemimpin India jang termashoer) nasionalisme jang hanja mengedjar keperloeannja sendiri walaupoen menjerang-njerang: ia adalah “imperialisme nasionalisme”. Nasionalisme jang angkara moerka.

Kemadjoean Djaman ~ 8

Makin lama makin teranglah keadaan pergerakan di Indonesia ini, makin bertambah djelas djalan dan sepak-terdjangnja, makin bertambah terang akan sifatnja, bertambah terang dasar dan azasnja, bertambah terang akan maksoed dan toedjoeannja. Tjita-tjita Indonesia merdeka jang tadi masih ragoe-ragoe atau masih beloem terang, sekarang ini mendjadi djelas akan roepa dan somannja Indonesia merdeka itoe. Kemaoean ra’jat jang tadi tidak kelihatan, tidak tampak, tidak beroman dan beroepa, sekarang ini mendjadi terang benderang, mendjadi njata, tampak akan bagaimana kemaoean ra’jat djelata ini. Fikiran Ra’jat jang tadinja masih toempoel, tidak tahoe membeda-beda jang benar dengan jang salah, sekarang fikirannja ini soedah bisa membeda-bedakan dan soedah poela berdiri diatas tingkat dimana ia bisa menjatakan semoea hal-hal jang terdjadi dikoelilingnja. Ra’jat jang tadi beloem begitoe sedar dan insjaf, beloem tahoe akan kewadjibannja terhadap pada negeri dan bangsanja, beloem begitoe tahoe akan hak-haknja dan kekoeasaan jang ada pada dirinja, sekarang ini telah insjaf, telah sedar akan kewadjibannja, telah mengetahoei akan hak-haknja sebagai ra’jat Indonesia.

Indonesia Merdeka ~ 10

kalimat karangan ini adalah soedah mendjadi sembojannja tiap-tiap bangsa dan ra’jat kita pada masa ini, sebagai satoe bangsa dan ra’jat jang tidak merdeka. Boekan lagi soedah atjap kali diterang-terangkan tentang hak-hak sesoeatoe bangsa dimoeka boemi ini tentang kemerdekaan itoe, tetapi adalah poela soedah mendjadi darah daging bagi kita akan kemerdekaan itoe. Tidak poela koerang beberapa anggapan jang terlahir tentang tjita-tjita kemerdekaan ini, malah sampai atjap kali poela terdapat pertentangan dalam mengartikan kemerdekaan itoe, ehingga seringkali terdjadi perselisihan faham oleh karenanja.

Akan Terbit Poelakah Perang Doenia? ~ 13

Didalam Fikiran Ra’jat no. 16 telah kita bentangkan sedikit bagaimana keadaan dari konperensi perloetjoetan sendjata di Djeneve, sehingga dapatlah kita melihat, djika keadaan konperensi itoe teroes berdjalan sedemikian, maka mochallah doenia ini dapat dihindarkan daripada perang.
Kita soedah mengemoekakan, selama kapitalisme dan imperialisme ada dimoeka boemi ini, maka perdamaian doenia ini adalah seolah-olah impian belaka. Sedang si Eropah negeeri-negeri kapitalis tadi bereboet-reboet mentjari oentoeng, bersaing dikalangan ekonomi, bagaimanakah perdamaian doenia ini dapat ditjapai. Kita sama mengetahoei, bahwa dalam hakekatnja sendi dasarnja negeri-negeri Eropah itoe tak lain dan tak boekan ialah kapitalisme, sedang selama stelsel kemodalan itoe mendjadi sendi dasarnja pergaoelan hidoep manoesia, mochallah ada persatoean dan perdamaian.

Kronik Indonesia ~ 15

Pada tanggal 12 November jang akan datang di Mataram akan diadakan konperensi oentoek membitjarakan reorganisasi P.P.P.K.I. jang dibikin oleh sdr. Soekarno. Berbagi-bagi pemoeka pergerakan politik Indonesier akan dioendang.

Toean Poerwodarminto sekarang goeroe pada Standardschool pada tanggal 23 Oktober jang akan datang akan berangkat ke Djepang oentoek mendjabat pekerdjaan djadi leeraar dalam bahasa Melajoe pada salah satoe sekolah di Tokyo.

Kronik Indonesia di nomer 14 ini meliputi daerah-daerah: Mataram, Makassar, Tjilatjap, Bandoeng, Djakarta, Bandjarnegara, Bantoel, Palembang.

Peristiwa-peristiwa jang termasoek antara lain P.P.P.K.I., P.N.I., Ordonnansi, Partai Celebes, Persatoean Vakbond Pegawai Negeri (PVPN), Nahdatoel Oelama, P.P.B.B.

Primbon Politik ~ 16

Soedi apalah kiranja boeang, boeat mendjawab pertanjaan-pertanjaan saja jang terseboet dibawah ini:

1. Kalau betoel Fikiran Ra’jat terbit tiap-tiap minggoe, mengapakah tibanja tak tiap-tiap minggoe poela?

2. Apakah arti dan maksoednja kata-kata: machtsvorming?

3. Apakah perbedaan azas P.I. dan P.N.I.?

Primbon Politik diasoeh Ir. Soekarno berisi tanja djawab politiek. FR kali ini memoeat pertanjaan dari Padang-pandjang, dari Klakah, dari Poerwodadi.

Additional Information

Weight 0.05 kg