Fikiran Ra’jat No. 18 (28 Oktober 1932)

Rp 10.000,00

Penulis: Sukarno, dkk
Penerbit: Fikiran Ra’jat
Edisi: 28 Oktober 1932
Tebal: 24 halaman
Produksi: Digital | PDF

Stok 19

SKU: KL129 Kategori: Label , ,

Keterangan

…jang lain kembali poela dari toetoepan dengan membawa penjakit demam jang haibat, jang didapatnja sesoedah beberapa hari dimasoekkan toetoepan.
Bagaimanakah saja dapat meloepakan Valliamma? Ia adalah seorang anak perempoean dari Johannesburg, jang baroe beroemoer 16 tahoen, dan ia tak dapat bagoen waktoe saja mengoendjoenginja. Oleh karena pengawakannja tinggi, maka adalah roepanja dalam sakit itoe sangat menjedihkan.
“Valliamma” kata saja, “tidakkah kamoe menjesal, jang kamoe telah masoek toetoepan?”
“Menjesal?” katanja. “Saja sekarang djoega bersedia oentoek masoek poela kedalam toetoepan itoe, kalau saja ditangkap lagi.”
“Tetapi kalau sampai djoega meminta djiwamoe?” saja meneroeskan
“Tidak kenapa,” mendjawab ia. “Siapakah jang takoet mati, kalau oentoek membela tanah-airnja?”
Sedikit hari kemoedian Valiamma meninggal doenia, tetapi tidak toeroet meninggallah namanja bagi kita… (Mahatma Gandhi)

Isi Fikiran Ra’jat No. 18, 28 Oktober 1932 adalah:

Karikatur | Sedia Melawan Onderwijs-Ordonnansi! ~ 1

Demokrasi-Politik dan Demokrasi-Ekonomi ~ 2

Apakah demokrasi itoe? Demokrasi adalah “pemerentahan Ra’jat”. Tjara pemerentahan ini mengasih hak kepada semoea ra’jat oentoek ikoet memerentah. Tjara pemerentahan ini sekarang mendjadi tjita-tjitanja semoea partai-partai nasionalis di Indonesia. Tetapi dalam pada mentjjita-tjitakan faham dan tjara pemerentahan demokrasi itoe kaoem Marhaen toch haroes berhati-hati. Artinja: djangan meniroe sadja “demokrasi-demokrasi” jang kini dipraktekkan didoenia loearan.
Bagaimanakah prakteknja demokrasi didoenia loearan itoe?

Doea Fikiran Ra’jat. Pemimpin. ~ 4

Kegelapan oedara politik ditambah lagi dengan segala atoeran-atoeran jang bermatjam ordonnansi dan lain-lain, rintangan-rintangan jang didjatoehkan kepada masjarakat kita, terlebih-lebih lagi pengaroehnja segala tindakan-tindakan jang tidak sepatoetnja dari pihak kita sendiri. Atoeran-atoeran, ordonnansi-ordonnansi, jang sengadja dibikin oleh pihak sana dengan lantaran pemerentahan, semata-mata mengahalang-halangi kemadjoean pergerakan Indonesia merdeka.
Accijns tembako jang memang berbahaja bagi sebagian ra’jat kita ialah kaoem soedagar-soedagar tembako ketjil, teroes didjalankan. Ini adalah atoeran jang soedah selajaknja didalam masjarakat djadjahan: atoeran jang semata-mata hanja melemahkan initiatief (kemaoean bekerdja) kita. Harga garam dinaikkan! Seolah-olah kita soedah kembali lagi pada djaman “batik slot politiek” (politik foeloes)

Pers dan pergerakan ~ 6

Pada tiap-tiap perdjoeangan oentoek mengedjar kemerdekaan, oentoek meninggikan deradjat bangsa dan tanah-air, oentoek memperbaiki nasibnja ra’jat kaoem Marhaen, adalah pers atau soerat-soerat kabar mendjadi penolong atau pembantoe jang terbesar, karena dengan djalan soerat-soerat kabar bisalah disebarkan atau membantoe menjebarkan tjita-tjita atau angan-angan jang dimaksoedkan itoe.
Selainnja daripada ini adalah soerat-soerat kabar ini bisa poela mempengaroehi pendapatan orang banjak (publiek opinie), sehingga kita bisa bilang adalah soerat-soerat kabar itoe bisa mempoenjai pengaroeh jang besar sekali.

Tak Ada Korban Hilang Pertjoema ~ 9

Oliver Lodge telah pernah berkata, bahwa tidak ada korban akan hilang, dari itoe berdjoanglah dan siaplah menderita kesoesahan, sehingga bangsa kita sampai mendjadi bangsa jang merdeka. Perkataan ini oentoek sesoeatoe bangsa jang tidak merdeka adalah soedah pada tempatnja dan memanglah, bahwa dalam pergerakan dan perdjoangan oentoek menoentoet kemerdekaan itoe, kita selamanja akan mendjoempai rintangan-rintangan jang sering-sering meminta pengorbanan.

Perhimpunan Indonesia ~ 11

Den Haag, 14 September 1932

Saudara jang terhormat,
Memberi tahoekan, bahwa dinegeri Belanda diberdirikan soeatoe badan komite, bernama “ANTIFO”, oleh organisasi-organisasi jang berikoet:
Nationaal Arbeidssecretariaat, (N.A.S.)
Onafhankelijke Socialistische Partij, (O.S.P.)
Revolutionnaire Socialistische Partij, (R.S.P.)
Bond v. Anarcho-Syndicalisten, (B.A.S.)
Perhimpunan Indonesia, (P.I.)
Revolutionair Jongeren Bond, (R.J.B.)
Nederlandsche Vrouwenbond.

Dahoeloe Partai Kommoenis Belanda (C.P.H.) telah mentjoba meroepakan persatoean diantara kaoem sekerdja seoemoemnja, dengan memakai azas: dari bawah (van onder op) dengan memilih pimpinan sendiri (onder zelfgekozen leiding): djoega tertarik kaoem sekerdja jang tidak berpartai (partijloos) atau jang mendjadi anggauta partai berigama. Persatoean ini ternjata dalam Congres International memoesoeh perang imperialis, jang telah diadakan di Amsterdam pada tanggal 27-29 Agoetoes j.l.

Pergerakan Cooperatie ~ 12

Djikalau kita memperhatikan keadaan pergerakan cooperatie jang ada di Indonesia pada masa ini kita bisa bilang tidak begitoe memoeaskan hati kita dan djaoeh sekali terbelakang daripada negeri-negeri asing. Selainnja memang cooperatie jang ada disini terbelakang dari negeri lain, djoega cooperatie jang ada pada masa ini disini, hanja terlihat dari loear seperti cooperatie tapi dalam hakekatnja hampir tidak beda dengan Naamlooze Nenooeschap, ketjoeali barangkali satoe doea. Organissi dan kebanjakan cooperatie koerang sekali teratoer dan kebanjakan poela jang memimpinnja dan jang mendjadi anggautanja tidak tahoe betoel tentang maksoed jang sebenarnja dari sesoeatoe cooperatie, ataupoen tidak didjalankan dengan sebetoelnja apa jang dimaksoedkannja, hanja meroepakan sadja sebagai satoe toko dari kepoenjaannja sepoeloeh doea poeloeh, seratoes doea ratoes orang sadja. Selain dari ini kebanjakan cooperatie bangsa kita hanja tjoema mendjadi vercooper atau pendjoeal dari toko-toko jang besar atau dari imperteur bangsa asing sehingga barang-barang jang didjoealnja oleh cooperatie bangsa kita tidak djarang ada jang agak sedikit mahal dari toko-toko atau waroeng bangsa asing, sehingga tidak heran kalau kita lihat ra’jat jang banjak atau anggautanja sendiri terpaksa moesti beli pada orang lain daripada di coopertienja sendiri.

Kronik Indonesia ~ 15

Pada malam minggoe tanggal 15-16 P.S.I.I. telah mengadakan rapat oemoem di Tjirebon. Sdr. Endjong jang bitjara atas nama P.N.I. dilarang bitjara teroes oleh polisi.

Pada rapat isteri Sedar tanggal 16 di Tegal, Njonja Djoehaeni Maskoen dari Bandoeng dapat stopan doea kali dari polisi.

Kronik Indonesia di nomer 18 ini meliputi daerah-daerah: Tjirebon, Tegal, bandoeng, Palembang, Medan, Gombong, Djakarta, Mataram, Paree, Makassar, Modjokerto, Brebes, Solo.

Peristiwa-peristiwa jang termasoek antara lain P.N.I., P.S.I.I., P.G.H.B., Taman Siswa.

Kronik Oemoem ~ 15

DJEPANG
Rapport Lytton disamboet oleh pemerentah Djepang dengan tenang sekali. Pemerentah Djepang menerangkan, ia pegang tetap bahwa pengakoean sjah pada Man Chu Kuo ada satoe kepastian jang tidak bisa diroebah lagi.
Ada dikabarkan baroe-baroe ini Djepang ada minta pada Perantjis akan mengadakan perseoetoean.
INGGERIS
Lebih djaoeh dalam konperensi kaoem boeroeh di Leisester diterima seboeah poetoesan, akan rintangi Mac Donald, Snowden dan Thomans, memangkoe ia orang poenja djabatan lagi.
kaoem menganggoer di London sekarang membikin riboet. Beriboe-riboe kaoem penganggoer tjoba masoek dalam gedong raad boeat medjoekan protest. Polisi repot.
INDIA
Oleh seorang jang tidak terkenal Elsuval Vata bekas president congres di India, telah ditembak mati, karena disangka djadi spion polisi.

Primbon Politik ~ 17

Dengan hormat mohon bertanja:

1. a. Berapakah banjak pemimpin didoenia jang beloem merdeka? Siapakah nama-namanja?
b. Berapakah pemimpinnja di Indonesia? Di partai manakah satoe-satoenja? Dan di agama manakah satoe-satoenja?

2. a. Berapakah banjaknja agama diatas doenia? Manakah satoe-satoenja? Dan berapa orangkah dalam tiap-tiap agama itoe?
b. Di agama apakah Boeng Karno? karena kebanjakan ra’jat Indonesia mengikoet pemimpinnja apabila seagama dengan dia.

Primbon Politik diasoeh Ir. Soekarno berisi tanja djawab politiek. FR kali ini memoeat pertanjaan dari Padjakombo, dari Tjirebon.

Additional Information

Weight 0.05 kg