Fikiran Ra’jat No. 20 (11 November 1932)

Rp 10.000,00

Penulis: Sukarno, dkk
Penerbit: Fikiran Ra’jat
Edisi: 11 November 1932
Tebal: 24 halaman
Produksi: Digital | PDF

Stok 19

SKU: KL131 Kategori: Label , ,

Keterangan

Moga-mogalah manoesia sigera mengarti bahwa ia tidak lahir didoenia dengan pelana diatas poenggoengnja, jang bisa didoedoeki oleh seseorang, jang dengan sewenang-wenang menjamboek-njamboekkan petjoetnja. (Max Hochdorf)

Isi Fikiran Ra’jat No. 20, 11 November 1932 adalah:

Karikatur | Injeksi Radikalisme! ~ 1

Kearah Kemerdekaan ~ 2

Perdjoangan kita adalah perdjoangan jang besar, perdjoangan jang maha haibat, jang mempoenjai lapangan pekerdjaan jang sangat lebarnja. Kedoedoekan kita dimasa ini adalah kedoedoekan jang soelit, jang meminta perhatian jang penoeh dari semoea ra’jat Indonesia dan meminta iman jang tegoeh, pemandangan jang loeas dan dalam pada semoea pemimpinnja. Sekedjap mata kita tidaklah boleh meloepakan akan kewadjiban kita sebagai seorang poetra atau poetri dari Indonesia, jang diwaktoe ini mendjadi tanah djadjahan dari bangsa asing. Sekedjap mata kita tidak boleh meloepakan segala kesengsaraan jang dideritakan oleh ra’jat jang banjak, teroetama ra’jat Marhaen. Kita haroes ingat bahwa perdjoangan kita ini boekanlah hanja perdjoangan antara ra’jat jang terperintah terhadap jang memerintah, atau ra’jat jang terdjadjah terhadap jang mendjadjah, tapi djoega perdjoangan antara pengaroeh ketimoeran terhadap pengaroeh kebaratan, atau perdjoangan Nasionalisme Indonesia jang berdasar kera’jatan terhadap nasionalisme barat jang berdasar kapitalisme dan imperialisme.

Pergerakan Massa dan Disciplin ~ 4

Tiap-tiap kaoem pergerakan, tentoe akan mengetahoei bahwa soal kemerdekaan dari sesoeatoe bangsa, dari sesoeatoe ra’jat adalah soal kekoeasaan, soal macht. Siapa jang berkoeasa itoelah jang memerentah, siapa jang mempoenjai macht itoelah jang dapat mengatoer dan menjoesoen pemerentah negeri menoeroet kemaoean dan kejakinannja sendiri. Djadi njatalah bagai kita ra’jat Indonesia jang hendak memerdekakan bangsa dan tanah air kita, adalah terlebih dahoeloe kita haroes mempoenjai kekoeasaan, karena didalam perdjoangan kita ini adalah kita berhadapan dengan satoe kekoeasaan, satoe macht, jang mana kita bisa mengalahkannja hanja dengan kekoeasaan poela, artinja menghadapi kekoeasaan haroes poela dengan kekoeasaan.

Deradjat Bangsa dan Tanah Air Kita ~ 6

“Semoea manoesia dilahirkan sama. Bangsa Asia mempoenjai penoentoetan jang sama boeat dinamakan manoesia sebagai bangsa Europa sendiri. Karenanja, maka sama sekali tak patoetlah kalau jang belakangan ini diseboet mempoenjai sesoeatoe hak boeat maharadjalela atas hak jang doeloean.” (Okuma)

Djikalau kita memperhatikan pergaoelan hidoep ditanah-tanah djadjahan teroetama di negeri kita Indonesia ini, maka tampaklah pada kita bagaimana benar bedanja antara pergaoelan hidoep jang mendjadjah dengan pergaoelan hidoep jang terdjadjah, antara pergaoelan hidoep jang memerentah dengan pergaoelan hidoep jang terperentah, antara pergaoelan hidoep bangsa koelit poetih dengan pergaoelan hidoep bangsa koelit jang berwarna.

Sana dan Sini ~ 10

Djikalau kita memperhatikan gerak-gerakannja dari kaoem sana jang selamanja merintangi pergerakan kita ra’jat Indonesia, maka tampaklah pada kita bahwa hal ini hanja bisa terdjadi disebabkan kaoem sana itoe didalam mereka mentjari keoentoengan oentoek memenoehi isi kantongnja adalah semangatnja dipengaroehi oleh imperialisme dan kapitalisme, jang hawak itoe, sehingga selamanja mereka adalah didalam ketakoetan, jang keoentoengan atau rezekinja akan hilang, disebabkan pergerakan Indonesia.
Djikalau kita mengetahoei bahwa negeri-negeri di Europa itoe hidoepnja ada tergantoeng pada tanah-tanah djadjahan, begitoe djoega negeri Belanda itoe hidoepnja tergantoeng pada pendjadjahan Indonesia ini, dan djikalau kita mengetahoei bahwa ratoesan ribu bangsa Belanda mendapat penghidoepan didalam peroesahaan-peroesahaan mengambil rezeki Indonesia, seperti jang terboekti dari boekoe-boekoenja kaoem sana sendiri teroetama dari toean Dr. Sandberg dalam boekoenja “Indie verloren rampspoed geboren” (Indonesia merdeka negeri Belanda bangkroet), maka kita tentoe tidak poela hairan djikalau pergerakan kita ini selamanja mendapat rintangan-rintangan jang bermatjam roepa adanja.

Kronik Indonesia ~ 12

Dekat Boekit Tinggi sdr. Mohammad Hatta mendapat ketjilakaan auto, tetapi sdr. Mohd Hatta mendapat loeka-loeka jang tidak berbahaja.

Di Soerabaja telah terbit soerat kabar pergerakan ra’jat jang bernama “Menjala” terbit tiap-tiap 10 hari sekali.

Kronik Indonesia di nomer 20 ini meliputi daerah-daerah: Boekit Tinggi, Soerabaja, Tasikmalaja, Padang, Bandoeng, Palembang, Mataram, Bogor, Djakarta, Solo, Malang, Soekaboemi, Medan, Bandjarnegara.

Peristiwa-peristiwa jang termasoek antara lain Padjak, penipuan, Soeloeh Pemoeda Indoenesia (SPI), Kaoem Boeroeh Perempoean (KBP), Taman Siswa, Soerat kabar, Indoenesia Moeda, P.P.P.K.I.

Kronik Oemoem ~ 13

INDIA
Maharadja dari Kashmire telah mengeloearkan satoe ma’loemat, bahwa semoea roemah berhala di Kashmire ada terboeka boeat kelas-kelas jang tertindas.
Di Guruvajur bangsa Paria ditolak masoek dalam roemah-roemah berhala, dan waktoe mendengar hal ini Gandhi menetapkan jang ia akan poeasa lagi sampai mati.
TIONGKOK
Otoesan Perantjis pergi ke Nanking goena membitjarakan verdrag antara Tiongkok dangan Annam.
Poetugal ada niatan maoe mendoedoeki satoe desa di Chung Shanhsien. Tang Shao Yi minta pada ministerie di Canton, soepaja ini diperotest.
Pengharapan akan terbitnja keberesan di Szechuan hilang kembali, karena petjahnja pemberontakan dari pasoekan-pasoekannja Tiang Sung Yao.
DJEPANG
berbagi-bagi anggota jang berpengaroeh dari Seijukai tidak moefakat kalau Djepang mengadakan verdrag tidak saling menjerang dengan Sovjet, sebeloemnja plan 5 tahoen dari Sovjet rampoeng dikerdjakan.
Oetoesan Djepang jang dipilih boeat ke persidangan Polkenbond jang akan datang adalah Yesuke Matsuoka, sedang oentoek konperensi perloetjoatan sendjata adalah vice admiral Osami Nagano.

Primbon Politik ~ 14

Soedi apalah kiranja toean Red. F.R. berikan keterangan tentang pertanjaan di bawah ini:

1. Pengatoeran jang mendjadjah kepada jang didjadjah, apa ada soerat perdjandjian boeat selama-lamanja?

2. Indonesia berapa lama lagi bisa merdeka?

3. Jang mendjadjah begitoe banjak keoentoengannja, mengapa mengakoe koerang?

Primbon Politik diasoeh Ir. Soekarno berisi tanja djawab politiek. FR kali ini memoeat pertanjaan dari Tjiamis, dari Pematang Siantar, dari Ngawi, dari Belawan, dari Ngadiredjo, dari Berandan, dari Padang Sidempoean.

Additional Information

Weight 0.05 kg