Fikiran Ra’jat No. 22 (25 November 1932)

Rp 10.000,00

Penulis: Sukarno, dkk
Penerbit: Fikiran Ra’jat
Edisi: 25 November 1932
Tebal: 24 halaman
Produksi: Digital | PDF

Stok 19

SKU: KL133 Kategori: Label , ,

Keterangan

Saja merasa ikatan-ikatan pada kaki tangan saja, dan merasa beratnja rantai-rantainja pada saja poenja badan. Inilah perasaan jang datang daripada perboedakan. Seloeroeh India sebenarnja adalah satoe pendjara jang besar. Mati dan hidoep boeat saja adalah sama sadja. (C.R. Das)

Isi Fikiran Ra’jat No. 22, 25 November 1932 adalah:

Karikatur | Marhaen Boleh Kenjang!! ~ 1

Kapitalisme Bangsa Sendiri?? ~ 2

Didalam salah satoe openbare vergadering saja pernah berkata, bahwa kita boekan sadja haroes menentang kapitalisme asing, tetapi haroes djoega menentang kapitalisme bangsa sendiri. Hal ini telah mendapat pembitjaraan didalam pers, dan sajapoen mendapat beberapa soerat jang minta hal ini diterangkan sekali lagi dengan singkat.

Penjelidikan tentang Marxisme ~ 4

“Pemandangan” dan “pemikiran” jang baroe didalam pergaoelan hidoep manoesia dan manoesianja, ada terdapat sesoedahnja timboel teori marxisme. Teori ini adalah membawa kemadjoean didalam soal memikir dan memandang tentang keadaan-keadaan Staatshuishoudkunde (peratoeran roemah tangga negeri), riwajat doenia, ilmoe filsafat dan didalam hal jang lain-lain. Orang jang mempoenjai pendapatan tjara memandang dan memikirkan jang baroe ini, adalah Karl Marx dibantoe oleh Friedrich Engels. Ilmu marxisme ini, adalah ilmoe jang mengasihkan dasar teori, teroetama sekali didalam pergerakan jang bersifat sosialistisch (pergaoelan hidoep jang bersamaan), jang mengatakan pergaoelan hidoep kapitalistisch jang sekarang ini tentoe terpaksa akan berobah dan berganti dengan pergaoelan hidoep jang sosialistisch (pergaoelan hidoep setjara kera’jatan, atau pergaoelan hidoep sama rata sama rasa).

Biographie: Toeankoe Imam ~ 8

6 November 1985
Pada tanggal 6 November ditahoen itoelah meninggalnja jang moelia Toeankoe Imam, djaoeh dari toempah darahnja, mati dengan kemoeliaan dan ketinggian ditanah pemboeangannja, di Menado.
Siapa Toeankoe Imam?

Njawa Imperialisme Belanda Tergantoeng pada Pendjadjahan Indonesia ~ 9

Tiga ratoes tahoen lebih, tanah air kita ini mendjadi djadjahan dari imperialisme bangsa jang lain-lain, tiga ratoes tahoen lebih lamanja ra’jat Indonesia mendjadi ra’jat jang terdjadjah, mendjadi ra’jat jang tidak merdeka, tiga ratoes tahoen lebih poela kaoem Marhaen Indonesia hidoepnja sengsara, hidoep melarat. Didalam tiga ratoes tahoen itoe, imperialisme barat itoe soedah mengangkoet harta benda Indonesia ini beriboe-riboe miljoen roepia sehingga kita tidak biosa itoeng lagi. Djikalau kita mengetahoei, seperti jang soedah diterangkan dalam nomor F.R. jang doeloe, bahwa keoentoengan jang bersih jang didapati dari Indonesia ini didalam setahoen-tahoennja ada kira-kira 600.000.000 roepia, maka kita bisa tahoe bagaimana besarnja keoentoengan itoe djikalau kita itoeng bahwa mereka itoe mendjadjah kita soedah lebih dari 300 tahoen lamanja.

Kesengsaraan Kaoem Marhaen Indonesia Bertambah Hari Bertambah Besar ~ 12

Djikalau kita memperhatikan riwajat tanah air kita ini sedjak dari moelainja bangsa asing mendjadjah negeri kita ini, dan sedjaknja imperialisme dan kapitalisme asing itoe bersimaharadjalela disini, tampaklah pada kita beroentoen-roentoennja datang kesengsaraan itoe menimpah ra’jat Marhaen. dari sedjaknja ada V.O.C. ra’jat kita ini mendapat bermatjam-matjam pertjobaan, haloes atau kasar, terang-terangan atau pakai pendeng-pendengan, ingat sadjalah adanja monopolie stelsel, hongitochten dan segala matjam atoeran-atoeran jang ada di masa itoe.

Kronik Indonesia ~ 15

Tanggal 20/21 November malam senen jang laloe, Isteri Sedar tjabang Mataram telah mengadakan rapat oemoem. ketoea pimpinan oemoem dari Djakarta toeroet bitjara

Toenggakan padjek penghabisan Oktober di Malang berdjoemlah f 345.000.

Kronik Indonesia di nomer 22 ini meliputi daerah-daerah: Malang, Makassar, Bandoeng, Tjirebon, Pekalongan, Padang, Mataram, Magelang, Medan, Solo, Semarang.

Peristiwa-peristiwa jang termasoek antara lain Soerat kabar, Perhimpoenan Peladjar-Peladjar Indonesia, Perkoempoelan Pembasmi Lintah Darat, Kepandoean Indonesia Moeslimin, Partai Indonesia, P.N.I., P.S.I.I., Taman Siswa, Komite Penoeloeng Boeroeh Perempoean Indonesia, Perserikatan Kaoem Boeroeh Tionghoa.

Kronik Oemoem ~ 16

INDIA
Gandhi memoetoes akan membela kasta Paria teroes-teroesan. Ia menerangkan Hindoe Orthodox tidak ada hak menarok 4 djoeta orang (Paria) diloear kasta sosial.
Poeasa Gandhi akan disamboet poela dengan poeasa dari kaoem Hindoe Orthodox, jaitoe akan melawan batinnja Gandhi dengan kebatinan poela.
TIONGKOK
peperangan daerah antara Tiongkok dan Tibet telah berachir dengan verdrag perdamaian.
Delegatie dapat perintah menolak rapport Lytton dalam raad advies.
SIAM
grondwet baroe di Siam berhoeboeng dengan repoloesi jang baroe laloe akan moelai didjalankan tanggal 25 Desember jang akan datang.

Primbon Politik ~ 17

Soedi apalah kiranja toean Red. F.R. berikan keterangan pertanjaan dibawah ini:

1. Manakah jang lebih sempoerna djikalau boeat mendidik kaoem prampoean, oleh laki-laki atau oleh prampopean sendiri?

2. Apakah “Isteri Sedar” itoe satjara Marhaenisme?

3. Kenapakah beloem banjak saudara-saudara jang doedoek di P.N.I. dan P.I., isterinja dimasoepkan “isteri Sedar”?

Primbon Politik diasoeh Ir. Soekarno berisi tanja djawab politiek. FR kali ini memoeat pertanjaan dari Bandoeng, dari Soerabaja.

Additional Information

Weight 0.05 kg