Fikiran Ra’jat No. 25 (16 Desember 1932)

Rp 10.000,00

Penulis: Sukarno, dkk
Penerbit: Fikiran Ra’jat
Edisi: 16 Desember 1932
Tebal: 24 halaman
Produksi: Digital | PDF

Stok 20

SKU: KL136 Kategori: Label , ,

Keterangan

Tiap-tiap perdjoangan kemerdekaan adalah achirnja senantiasa berhatsil. Natuur sendiri menghendaki kemerdekaan itoe. Siapa menghalang-halangi perdjoangan kemerdekaan, adalah menghalang-halangi natuur, dan akan ditoendoekkan oleh pengalaman. (Arthur Griffith)

Isi Fikiran Ra’jat No. 25, 16 Desember 1932 adalah:

Karikatur | Memberati Kaki, Menghalangi Djalan ~ 1

Soekarno – Sekali Lagi tentang Socio-Nasionalisme dan Socio-Demokrasi ~ 2

Bagaimanakah sikap socio-nasionalis tentang tentang soal non-kooperasi?
Arti non-kooperasi pembatja telah mengetahoei. Non-kooperasi berarti: “tidak maoe bekerdja bersama-sama”. Bagaimanakah djelasnja djelasnja hal ini?
Non-kooperasi kita adalah salah satoe azas-perdjoangan (strijdbeginsel) kita oentoek mentjapai Indonesia merdeka. Didalam perdjoangan mengedjar Indonesia merdeka itoe kita haroes senantiasa ingatkan, bahwa adalah pertentangan keboetoehan antara sana dan sini, antara kaoem jang mendjadjah dan kaoem jang didjadjah, antara overheerscher dan overheerschte. Memang pertentangan keboetoehan inilah jang mendjadi sebabnja kita poenja non-kooperasi. Memang pertentangan keboetoehan inilah jang mengasih kejakinan kepada kita, bahwa Indonesia merdeka tidaklah bisa tertjapai, djikalau kita tidak mendjalankan politiek non-koopersion. Memang pertentangn keboetoehan inilah jang boeat sebagian besar menetapkan kita poenja azas-azas perdjoangan jang lain-lain, mitsalnja machtsvorming, massa-aksi, dan lain-lain.

Pertentangan Keboetoehan Sana dan Sini ~ 4

Sini berkata: Indonesia merdeka setjepat-yjepatnja!
Sana merengoet: Indonesia tetap djadi tanah djadjahan.
Sini berkata: Kita maoe merdeka, moelja dan raja.
Sana marah: Kamoe beloem mateng, masih bodoh, haroes toenggoe sampai masak.
Apa sebab? Tidak lain oleh karena sini dan sana itoe mempoenjai pertentangan dalam keboetoehan dan kepentingan.

Kolonial Onderwijsstelsel dan Nasibnja Anak Djadjahan ~ 6

Telah 300 tahoen lebih lamanja bangsa kita kehilangan kemerdekaan, dan 300 tahoen lebih poela tanah kita terdjadjah oleh bangsa asing. Didalam waktoe jang selama itoe telah amat banjak jang kita rasai, dan telah tjoekoeplah kepedihan dan kesakitan jang menerkam diri kita, hingga hampir habis rasanja kekoeatan toelang sendi kita boeat hidoep sebagai manoesia jang noermal. Demikianlah nasib anak djadjahan, dimana negeri dan tempat djaranglah jang boleh dikatakan baik dan sederhana hidoepnja, kemana-mana malanglah nasibnja, makin lama negerinja djadi tanah djadjahan, makin kelihatanlah toelang poenggoengnja, makin poetjat roman moekanja dan makin melarat penghidoepannja: karena ra’jat djadjahan itoe tergantoeng semata-mata pada kekoeasaan fihak jang mendjadjah, jang kehendak, kemaoean dan kepentingannja ada berlawanan belaka dengan kemaoean, kehendak dan kepentingan ra’jat jang didjadjahnja!

Nasionalisme Kera’jatan ~ 10

Djikalau orang melihat perkataan “Nasionalisme Kera’jatan” tentoe orang akan bertanja adakah nasionalisme kera’jatan, dan adakah poela nasionalisme jang tidak kera’jatan? Oentoek mendjawab ini maka kita mengatakan “ada”. Sebab kita mengetahoei bahwa nasionalisme ini adalah bermatjam-matjam, dan marilah kita bitjarakan satoe doea dari padanja.

Merdeka atau Tidak!? ~ 12

Indonesia merdeka!
Inilah tjita-tjita tiap anak Indonesia. Indonesia merdeka mendjadi kenang-kenangannja kita semoeanja. Beladjar oentoek Indonesia merdeka, bekerdja oentoek Indonesia merdeka, dan berdjoang djoega oentoek Indonesia merdeka. Sebab, praktek menoendjoekkan pada kita, bagaimana artinja tidak merdeka. Kemerdekaan dii tidak ada, kemerdekaan pers, kemerdekaan berbitjara dan berkoempoel hampir moesna. Ekonomi ra’jat kalang kaboet. Ra’jat djelata disoeroeh gigit oeang sebengggol seharinja. Disini kelaparan, disana kemiskinan, anak-anak bertangisan karena kelaparan dan orang toeanja kadang-kadang terpaksanja mendjoealnja. Inilah dengan ringkas gambarnja bangsa jang tidak merdeka.

Kronik Indonesia ~ 14

Di Soerabaja telah berdiri “Soewardifonds” jaitoe fonds goena menoendjang korban-korban ordonnansi sekolah liar

Partai Indonesia Tjiibadak dan tjimahi dan Pemalang tanggal 18 mengadakan rapat oemoem.

Kronik Indonesia di nomer 25 ini meliputi daerah-daerah: Soerabaja, Tjibadak, Tjimahi, Pemalang, Priangan, Bandoeng, Mataram, Indramajoe, Tjirebon, Solo, Toeban.

Peristiwa-peristiwa jang termasoek antara lain P.N.I., P.I, Sekolah liar, P.S.I.I., Persatoean bangsa Indonesia, P.P.P.H., P.P.P.K.I., P.G.H.B.

Kronik Oemoem ~ 15

TIONGKOK
Kabar tersiar mengatakan bahwa Tan Malaka pemimpin P.K.I. dan S.R. Indonesia jang terkenal, soedah ditangkap oleh politie Inggeris di Hongkong. Disana ia terkenal dengan nama Tionghoa Tan Min Seng.
MESIR
Tanggal 11 Desember j.l. roemah wakil pemerentah Inggeris di Cairo telah dilepar orang dengan seboeah bom, tapi tidak membawa keroesakan djiwa manoesia, sedang jang melakoekan perboeatan itoe beloem ketahoean.
DJERMAN
Dalam partai Nazi di Djerman soedah kelihatan sekarang terdjadi kesoekaran, dimana pemimpin-pemimpinnja soedah melihatkan tanda-tanda kerenggangan.

Primbon Politik ~ 16

Dengan hormat mohon pertanjaan-pertanjaa n dibawah ini dikasih keterangannja:

1. Apa perbedaannja Volksraad dengan Parlement?

2. Oleh karena banjak sekali nama-nama perkoempoelan dan soerat-soerat kabar di Indoensia d.l.l. negeri diringkaskan namanja, oempama: P.B.I., F.R., I.R., S.D.A.P., dll, soekakah membikin daftarnja (alphabetisch), oemp: P.B.I.= Persatoean Bangsa Indonesia, dll.

Primbon Politik diasoeh Ir. Soekarno berisi tanja djawab politiek. FR kali ini memoeat pertanjaan dari Singaradja, dari Djakarta, dari Bengkoeloe, dari Palembang.

Additional Information

Weight 0.05 kg