Kericuhan Divestasi Saham BCA (Business News, No. 6722 Th. XLVI, 04 Februari 2002)

Rp 0,00

Penerbit: Business News
Edisi: No 6722 Th. XLVI, 04 Februari 2002, hlm. 3
Tebal: 1 hlm
Produksi: Digital | PDF

Stok 20

Keterangan

“Pepatah mengatakan, “ada gula ada semut” identik dengan pepatah “ada uang orang curang”. Ada apa gerangan kericuhan di BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional), suatu lembaga yang dibentuk pemerintah pada 26 Januari 1998 dengan tugas menangani kredit macet terutama penagihan BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia) yang menjadi kasus berkepanjangan sampai saat ini. Mengapa Kepala BPPN sekarang I Putu Gde Ary Suta getol dan bersemangat memenuhi target BPPN tahun 2001 sebesar Rp.27 trliliun tunai dan Rp.10 triliun obligasi kendati menurut INDEF setoran tersebut termasuk premi penjaminan dari bank-bank senilai Rp.1,8 trilun, maka sampai menjadi pertanyaan orang. Seharusnya masyarakat, legislatif dan pemerintah bangga dengan kinerja I.P.G Ary Suta, namun pro dan kontra tentang pencapaian target tersebut menjadi kecurigaan. Di sidang Kabinet Gorong-Royong 7 Januari 2002 saja pernah terjadi pertengkaran antara ¬†Kwie Kian Gie – Menneg Perencanaan Pembangunan Nasional / Ketua Bappernas dengan I Putu Gde Ary Suta -Kepala BPPN berkaitan dengan ketidaksetujuan Kwin Kian Gie terhadap perpanjangan Penyelesaian Kewajiban Pemegang Saham (PKPS) dari 4 tahun menjadi 10 tahun. Kwik Kian Gie terkesan memarahi Ary Suta yang menyebarkan ketidaksetujuan terhadap perpanjangan PKPS dikarenakan putra Kwik Kian Gie yang bernama Inghie Kwik ditolak I Putu Gde Ary Suta memperoleh proyek di BPPN. Itu tentu dijawab Putu dengan kata-kata ringan “tidak benar”.”

CATATAN: Jika sulit untuk login, silakan hubungi jalur cepat Gudang Warung Arsip via SMS/Wasap ~ 0878-39137-459 (Pesan Cepat)

Additional Information

Weight 0.1 kg