Kiat Mengangkat Harga Kopi Robusta (Business News, No 6815 Th. XLVI, 16 September 2002)

Rp 0,00

Penerbit: Business News
Edisi: No 6815 Th. XLVI, 16 September 2002, hlm. 11
Tebal: 1 hlm
Produksi: Digital | PDF

Stok 20

Keterangan

“Panen kopi yang jatuh pada bulan-bulan Juli sampai Agustus tahun ini, tetap tidak bisa menggembirakan hati petani. Harga kopi robusta masih tetap terpuruk. Sama dengan tahun yang lalu, di tingkat petani harga kopi rakyat masih berkisar antara Rp3.000,- sampai dengan Rp4.000,- per kg. Padahal, PTPN dan perkebunan swasta besar mampu menjual kopi robusta mereka dengan harga sampai US$1 atau lebih Rp8.000,- per kg. Harga tersebut memang masih separo dari harga kopi robusta sebelum mengalami kejatuhan. tetapi tetap masih dua kali lipat lebih, dari harga kopi robusta rakyat. Penyebab utama dari rendahnya harga kopi robusta rakyar adalah faktor kualitas. Pemetikan kopi rakyat, tidak pernah disertai dengan sortasi. Padahal, mestinya dilakukan pemisahan antara buah merah, kuning dan hijau. Sebab buah kopi dengan tiga tingkat kemasakan ini akan memerlukan penanganan yang tidak sama dalam penggilingan (pulping), penjemuran serta pengupasan kulit biji. Kopi robusta rakyat akan dipanen serentak dan langsung digiling tanpa sortasi. Akibatnya, biji kopi dari buah merah yang seharunya bernilai lebih tinggi, tetap dihargai sama, karena tercampur dengan biji kopi dan buah kuning serta hijau.”

CATATAN: Jika sulit untuk login, silakan hubungi jalur cepat Gudang Warung Arsip via SMS/Wasap ~ 0878-39137-459 (Pesan Cepat)