NU Masuk PDI atau Partai Baru? Megawati Soekarnoputri: “Tidak Ada Tawar-Menawar Kursi dengan NU” (Sinar, No. 51, 19 September 1994)

Rp 10.000,00

Penulis: –
Media: Sinar
Edisi: No. 51, 19 September 1994
Halaman: 09-21
Ukuran: 41,4 MB

  • Versi Produksi: Digital/PDF
  • Lokasi Stok: Gudang Warsip

Stok 20

Keterangan

Kliping cerita utama majalah Sinar ini bermula dari manuer politik Kiai Alawy Muhammad yang keluar dari PPP pada muktamar ke-3. Karena sistem politik Orde Baru hanya memungkinkan berdiri dua parpol (PPP dan PDI), muara aspirasi politisi NU yang tidak puas dengan PPP itu, ya, ke PDI.

Apa komentar Ketua PBNU Gus Dur? Seperti biasa: “Lha, warga NU bagaimana? Milih apa? Ya, biarkan saja mereka memilih sendiri-sendiri. Apakah kalau semuanya masuk PDI tidak ngerepoti NU? Jelas tidak. Sebab apa? NU itu urusannya ngaji di pondok, wiridan, buat madrasah, mengajak kepada akhlakul karimah, kegiatan sosial yang kayak gitu urusannya NU. NU tidak urusan, yang mana mendapat jatah kursi berapa, itu urusan sana. Yang repot sekarang ini, kan, pimpinannya yang masih ingin menyeret-nyeret warganya. Ada yang tanya mundur apa tidak saya ini? Wong mundur saja kok repot-repot. Wong sudah karuan ada persneleng (gigi) atret, kok repot-repot …”

Komentar Ketua Umum DPP PDI Megawati Soekarnoputri: “Target dasar yang harus dipenuhi (jika kiai NU bergabung dengan PDI) adalah semangat juang. Jadi tidak ada tawar-menawar kursi dengan NU.

Berikut artikel-artikel lengkap atas topik politik ini:

  1. Fenomena “Floating Elite”
  2. Abdurrahman Wahid (Gus Dur): Politisi NU “Keok”
  3. Lirikan Kiai di Kandang Banteng
  4. Ketua Umum PPP KH Ismail Hasan Metareum: Tak Ada Kompensasi
  5. Ketua Umum PDI Megawati Soekarnoputri: PDI Sudah Lakukan yang Disyaratkan
  6. Kiai Alawy Muhammad, Pengasuh Ponpes At-Turaqi, Karongan, Sampang, Madura: Biar Pak Harto Dengar Kemauan Ulama
  7. Mendagri Rudini: Orsospol Kurang Berfungsi
  8. Mahbub Djuaedi: NU Harus Jadi Partai Politik

CATATAN: Jika Anda sulit untuk masuk di warungarsip.co, silakan hubungi jalur cepat Gudang Warung Arsip via SMS/Wasap ~ 0878-3913-7459 (Pesan Cepat)