Proyek Segitiga Senen: Dari BUMD Ke Swasta (Editor_No.06, Oktober 1989)

Rp 3.000,00

Penulis: Totok Amin Soefijanto, Yusuf Haseng
Media: Editor, No. 06
Tahun: 1989
Halaman: 82
Ukuran: 5.48 MB

  • Lokasi Stok: Gudang Warsip
  • Versi Produksi: Digital/PDF

Stok 25

Keterangan

Kawasan Senen sedang berbenah. Wilayah yang pernah menjadi salah satu pusat bisnis Batavia itu sudah lama ‘tidur’. Namanya tenggelam di antara kawasan lain yang tumbuh belakangan, seperti Blok M Kebayoran Baru atau Mangga Dua.
Walaupun begitu, Senen belum kehilangan pamor. Buktinya, Segitiga Senen (STS) – sebuah blok berbentuk segitiga seluas 6 hektar – masih menjadi rebutan beberapa pengusaha konstruksi. Tanpa publikasi, pertengahan September lalu Pemda DKI menunjuk PT Indokisar Djaya sebagai mitra utama pelaksana PD Pembangunan Sarana Jaya.
Hak pengelolaan STS memang ada di tangan Sarana Jaya, badan usaha milik Pemda DKI sejak Februari 1988 mengambil alih peran PT Pembangunan Jaya. Grup yang dipimpin usahawan Ciputra ini tidak sanggup menyelesaikan urusan pembebasan tanah STS. Tapi Sarana Jaya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jakarta, rupanya berhasil membebaskan STS dengan dana murah – bunaga 9% dan masa tenggang 8 tahun – sekitar Rp 17 milyar dari Departemen Keuangan. Tahun ini, BUMD itu sudah menghabiskan dana sekitar Rp 22 milyar agar bisa melenggang di atas tanah STS.
~

CATATAN: Jika Anda sulit untuk masuk di warungarsip.co, silakan hubungi jalur cepat Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp ~ 0878-3913-7459 (Pesan Cepat)