Resensi Film Nyoman dan Presiden (Editor_No.06, Oktober 1989)

Rp 3.000,00

Penulis: Rita Sri Hastuti
Media: Editor, No. 06
Tahun: 1989
Halaman: 62
Ukuran: 5.25 MB

  • Lokasi Stok: Gudang Warsip
  • Versi Produksi: Digital/PDF

Stok 25

Keterangan

Dunia anak-anak adalah impian. Begitu banyak mimpi yang ingin dicapai ketika itu. Tak selalu tercapai memang. Tetapi, justru proses mencapai “keberhasilan” itu yang sering kali lebih mengesankan. Judy Soebroto, yang memperoleh piala Citra sebagai art director terbaik lewat Jakarta-Jakarta dan Rembulan dan Matahari, berusaha menangkap dunia itu, lewat Nyoman dan Presiden.
Dalam film – yang judulnya kemudian diganti, atas permintaan Departemen Penerangan, menjadi Nyoman dan Merah Putih – itu, dikisahkan impian Nyoman Jantera, 11, yang ingin sekali bertemu dengan presidennya. Di mata anak desa yang lugu itu, tak ada tokoh lebih hebat daripada seorang presiden.
“Bagaimana dia bisa tahu kalau desa kita membutuhkan sumur, padahal belum pernah kemari,” ujar Nyoman kepada kakaknya, Ni Made Soka (Line Yuliandari), ketika desa tempat tinggalnya mendapatkan sumbangan sumur bor bertuliskan: Bantuan Presiden Republik Indonesia.
~

CATATAN: Jika Anda sulit untuk masuk di warungarsip.co, silakan hubungi jalur cepat Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp ~ 0878-3913-7459 (Pesan Cepat)