Revolusi Menu: Beras Bukan Syarat Mutlak Sehat (Djaja_No.146, 7 November 1964)

Rp 4.000,00

Penulis: Oey An Siok
Media: Djaja_No.146
Tahun: 1964
Halaman: 30-32
Ukuran: 13. 7 MB

  • Versi Produksi: Digital/PDF
  • Lokasi Stok: Gudang Warsip

Stok 25

SKU: KL_7020 Kategori: Label , , , , , ,

Keterangan

Jang diminta Bung Karno tidak banjak. Bahkan suatu permintaan wadjar. Sekarang atau nanti, diminta atau tidak diminta, menu kita harus diubah. Djumlah bangsa kita bertambah dengan tjepatnja. Lambat laun luas sawah jang bisa ditanami padi tak akan bisa mentjukupi permintaan jang kian meningkat dari bangsa kita. Kekurangan akan beras ini harus ditjukupi.

Satu djalan jalah mengimpor beras. Tapi perlu apa menghamburkan depisen, sedang bumi kita jang kaja-raja mempunjai sjarat-sjarat tjukup — lebih daripada tjukup — untuk swasembada dalam bidang pangan? Disamping itu, mengimpor beras berarti mengandalkan soal mengisi perut kita — soal kehidupan kita — kpd. orang lain. Bagaimana kalau negeri pengekspor beras mundur produksinja dan tidak bisa mengekspor lagi? Tak dapat kita mengandalkan soal kehidupan kita kepada orang lain. Kita harus berdiri diatas kaki kita sendiri. Sekarang atau nanti, menu kita mesti diubah.

CATATAN: Jika Anda sulit untuk masuk di warungarsip.co, silakan hubungi jalur cepat Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp ~ 0878-3913-7459 (Pesan Cepat)