Saham: Madu atau Racun (Editor_No.06, Oktober 1989)

Rp 15.000,00

Penulis: Marah Sakti
Media: Editor, No. 06
Tahun: 1989
Halaman: 11-24
Ukuran: 28.0 MB

  • Lokasi Stok: Gudang Warsip
  • Versi Produksi: Digital/PDF

Stok 25

Keterangan

Fenomena baru. Pasar Modal Indonesia menebar madu. Pelbagai lapisan masyarakat kini antre mau mereguknya. Mereka itu para pengusaha dan pemilik uang.
Amat mengejutkan. Aktivitas Pasar Modal (pernah mati dan baru dihidupkan kembali 10 Agustus 1977) tiba-tiba meningkat tajam tiga bulan terakhir ini. Di Jakarta dan Surabaya, sampai pekan ini, orang masih berebut membeli saham. Sebelumnya, mereka malah mau dan tahan antre berlama-lama hanya untuk mendapatkan formulir pembelian saham. Data terakhir menyebutkan, Pasar Modal – lewat penjualan 48 saham, 21 obligasi, dan satu sekuritas kredit bank – sudah berhasil menyedot dana sekitar Rp 2,5 trilyun. Bagus.
Dan yang menarik bukan Cuma investor (lokal dan asing) yang berebut di Bursa. Tapi juga pengusaha yang mau jual saham. Sampai bulan lalu, sudah 24 perusahaan baru (milik beberapa konglomerat, di antaranya Soedono Salim alias Liem Sioe Liong, William Soeryadjaya, Eka Tjipta Widjaya, Sidwikatmono, Muctar Riady, Aburizal Bakrie, dan Suhargo Gondokusumo) menjajakan saham perusahaan mereka di Bursa.
~

CATATAN: Jika Anda sulit untuk masuk di warungarsip.co, silakan hubungi jalur cepat Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp ~ 0878-3913-7459 (Pesan Cepat)