Star Weekly (Edisi 264, 21 Januari 1951)

Rp 12.500,00

Edisi: No 264, 21 Januari 1951
Penerbit: Star Weekly
Tebal: 26 hlm
Produksi: Digital | PDF

Stok 20

SKU: KL243 Kategori: Label ,

Keterangan

Diterbitkan saban hari Minggu dan diterbitkan NV Hd Mij & Drukkerij “Keng Po”. kantor Besar 86-88 Djakarta Kota. Harga f 1.25 per Djilid. Pendiri: PK Ojong.

Demikian isi Star Weekly Edisi 264, 21 Januari 1951:

Pemandangan dalam Negeri ~ 1

Menteri Agama Wahid Hasjim menjatakan bahwa di Jawa Timur ada kedjadian-kedjadian jang ditudjukan chusus kepada pemuka2 Islam jang merupakan bagian daripada rentjana besar jang digerakkan oleh “aliran asing” untuk merobohkan pemerentah.
Djika disebut “aliran asing” orang djuga bisa menduga golongan koloniaal, dan bekas militair KNIL jang telah membentuk gerombolan-gerombolan liar.
*
Partai Komunis Indonesia telah berdaja, supaja semua organisasi-organisasi jang beraliran komunis disatukan dibawah PKI. Ichtiar itu telah mendapat hasil buat sebagian, dan Partai Socialis dari Tan Ling Dji telah ambil putusan akan membubarkan partai itu, dan menggabungkan diri dengan PKI.
*
Presiden Soekarno menjatakan pertjaja bahwa Irian Barat akan masuk wilaja RI sebelum fadjar tgl 1 Januari tahun 1952. Dan selaennja itu presiden menjatakan bahwa tuntutan politiek, tida mungkin tertjapai zonder desekan dan tekanan.
*
Dalam kalangan partai-partai politiek, sekarang ini banjak dirundingkan soal reshuffle (pergeseran, perobahan susunan) kabinet. Kutika ini tentu akan digunakan oleh sebagian partai, akan merebut krosi-krosi menteri, dengan mulai lagi tawar-menawar.

Gambang Kromong ~ 3
Pemandangan Luar Negeri ~ 4
Ruangan Wanita: Ideaal dari Suami2 Modern ~ 5
Ruangan Kesehatan: Gigi Susu ~ 8
Cerpen: Salah Paham oleh Chin Chuan ~ 9
Penghargaan publik terhadap senisuara ~ 11
Taman Anak2: Budjang jang Pandai oleh Yap Yan Keng ~ 12
Taman Anak2: Pandai Sekali oleh Yap Yan Keng ~ 12
Taman Anak2: Cintailah Ibumu oleh Liem Djing Hay ~ 13

Siapa Gadjah Mada Itu Sebetulnja ~ 14
Bagi penduduk Djakarta sebutan Gadjah Mada membikin dia ingat kepada “djalan Gadjah mada” sebagai gantinja “Molenvliet West”. Sebutan Gadjah Mada bikin djuga orang ingat kepada “lentjana” jang dipasang ditangannja setiap anggota PM (Polisi Militer) dari Angkatan perang Republik Indonesia. Ketiga kalinja, dan ini djustru jang paling penting, sebutan Gadjah Mada mengingatkan orang kepada itu Universiteit “Gadjah Mada” di Djokja.

Komik: Tarzan Seri 192 oleh Edgar Rice Burroughs ~ 16
Cerita Silat Bersambung: Hiat Hay Tjie Kioe (8) oleh K.T. ~ 17
Artikel Ekonomi: Padjak Peredaran ~ 19

Sekolah dan Politik ~ 21
Apakah anak2 disekolah boleh diadjar berpolitik? Begitulah sudah mendjadi rahasia umum, bahwa diberbagai sekolah Tionghoa, terutama di kota besar, murid-murid diadjar berpolitik. Perbuatan ini sebenarnja berlawanan dengan tradisi dalam kalangan perguruan. Menurut tradisi ini sekolah dan politik harus terpisah satu sama lain, atau dengan lain perkataan, dalam sekolah sekali-kali tidak boleh kita membitjarakan soal politik.

Bali: Sorga terachir Didunia (IX-Tamat) ~ 22
Selama perdjalanan sepekan Bung Karno di Bali…. koresponden mencatat Bali. Huisindustrie di Bali rupanja lebih luas daripada di Djawa: pertenunan, perumahan, menhasilkan barang2 tenun asli Bali, jang Indah-indah dan terutama didjual pada para touristen; pemahatan kaju, tulang, kulit; pembikinan barang-barang perak, jang memang kalah kalau dibandingkan dengan hasil Kendari, tetapi lebih bagus daripada barang perak Djokja.

Thailand: Sehidup-Semati dengan Amerika ~ 25

Additional Information

Weight 0.1 kg