Wawancara Jalaluddin Rakhmat ~ Dikotomi Sunni-Syiah Tidak Relevan Lagi (Ulumul Quran, No.4, 1995)

Rp 10.000,00

Wawancara: Jalaluddin Rakhmat
Penulis: Arief Subhan, Nasrullah Ali-Fauzi
Majalah: Ulumul Quran
Edisi: No 4, 1995
Halaman: 92-103 hlm

  • Versi Produksi: Digital/PDF
  • Lokasi Stok: Gudang Warsip

Stok 20

Keterangan

Dalam beberapa dekade terakhir, perkembangan pemikiran Islam di Indonesia–yang mayoritas bermazhab Sunni–telah ikut diramaiakan dengan maraknya perkembangan pemikiran Islam bermazhab Syiah. Setelah peristiwa Revolusi Islam Iran di bawah komando Imam Khomeini meletus pada 1979, mazhab Syiah ini semakin diminati dan dikaji secara serius oleh sebagian kaum Muslim Indonesia, terutama kalangan muda. Bahkan, berbagai kelompok pengajian berorientasi Syiah kini ternyata sudah banyak bermunculan di beberapa kota besar di Indonesia (Jakarta, Bandung, Surabaya, Ujung Pandang, dan lain-lain).

Maka tak heran kalau konflik antarmazhab Sunni-Syiah pun terkadang sering tak dapat dihindarkan lagi, baik pada tataran ideologis, teologis, maupun fikih. Yang lebih menarik dan sekaligus unik adalah di kalangan antarsesama pengikut Syiah di Indonesia itu sendiri–sebagaimana juga terjadi di kalangan sesama Sunni–ternyata muncul juga konflik, terutama disebabkan oleh perbedaan masalah orientasi dan metode pendekatan.

Apa sebenarnya yang menarik dari maszhab Syiah? Sejauh mana perkembangan di tanah air?Dan, bagaimana dinamika konflik, baik antara Sunni-Syiah, ataupun antara sesama para pengikut Syiah itu terjadi selama ini?

Jalaluddin Rakhmat yang dikenal sebagai cendekiawan bermazhab Syiah menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut secara lugas dan dalam.

CATATAN: Jika sulit untuk login, silakan hubungi jalur cepat Gudang Warung Arsip via SMS/Wasap ~ 0878-39137-459 (Pesan Cepat)

Additional Information

Weight 0.01 kg