Zia Ul-Haq Tewas (Jakarta Jakarta_No. 112, 28 Agustus 1988)

Rp 6.000,00

6k

Penulis: –
Media: Jakarta Jakarta_No. 112
Tahun: 1988
Halaman: 9-23, 103
Ukuran: 160. 1 MB

  • Versi Produksi: Digital/PDF
  • Lokasi Stok: Gudang Warsip

Stok 25

Keterangan

Hidup dan mati berada di tangan Tuhan. Yang penting perubahan harus segera terjadi di Pakistan, secara konstitusional,” kata Benazir Bhutto, 35. Sikap tokoh oposisi dan Partai Rakyat Pakistan (PPP) ini, di tengah suasana keruh dan berkabung akibat tewasnya Presiden Pakistan Jenderal Zia ul-Haq, 64, Rabu 17 Agustus lalu, masih tetap tegar, dan moderat Benazir, putri mendiang PM Ali Bhutto yang digulingkan Jenderal Zia dan digantung tahun 1977 itu, adalah prototip seorang politisi. Dan konstitusionalis.

Sikap Benazir, adalah juga cermin dari sebagian besar rakyat Pakistan, yang melihat mendiang Zia, sebagai diktator yang sulit disingkirkan. kematian Presiden Zia secara mendadak, dalam ledakan pesawat Hercules C-130 yang ditumpanginya, sudah pasti menimbulkan kekosongan kekuasaan.

*Laporan lainnya:

-“Reaksi Sebuah Kepergian” hlm 14-15
-“Zia sang Prajurit Islam” hlm 16-17
-“Kejutan Terakhir Zia” hlm 18-19
-“Di Genggaman Para Jenderal” hlm 20-21
-“Kemampuan Militer Pakistan” hlm 22-23

 

CATATAN: Jika Anda sulit untuk masuk di warungarsip.co, silakan hubungi jalur cepat Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp ~ 0878-3913-7459 (Pesan Cepat)