Majelis dan Tentara; Surat Pembaca

Rp 4.000,00

Penulis: Kurniawan
Media: ADIL, No. 7, Th. LXVII
Tahun: 1998, 18-24 November
Halaman: 2-3
Ukuran: 6,5 MB

Versi Produksi: Digital/PDF
Lokasi Stok: Gudang Warsip

Stok 25

SKU: KL_9369 Kategori: Label , , , ,

Keterangan

Isi kliping ini, antara lain:

Di bawah langit Perancis yang mendung oleh krisis ekonomi dan harga roti yang melonjak tajam, Raja Louis XVI memanggil Etats Generaux untuk bersidang di Versailles pada Mei 1789. Di ruang-ruang itulah, Golongan Ketiga yang duduk di sebelah kiri mulai meneriakkan tuntutan perubahan konstitusi—sebuah fragmen sejarah yang kelak melahirkan istilah “kiri” dalam jagat politik. Persidangan yang menemui jalan buntu itu berujung pada sumpah setia untuk tidak membubarkan diri sebelum konstitusi yang adil tegak, hingga perlahan revolusi mengubah wajah majelis menjadi rahim bagi lahirnya tentara nasional demi urusan pertahanan negara.

Namun, di tanah Ternate, sejarah mencatat sebuah sistem politik bernama Gam Raha yang memiliki kemiripan dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Di sini, militer memiliki peran yang tak kasatmata namun menentukan melalui 23 wakilnya di lembaga legislatif. Meski Sultan hanya boleh dipilih oleh anggota Bobato, militer memegang “hak veto” simbolis; ketidakhadiran mereka dalam musyawarah dapat membatalkan pencalonan seorang pemimpin.

CATATAN:

Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:
– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co
– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.