150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa

Rp 50.000,00

Penulis: Adib Hidayat, Ricky Siahaan, Hasrief Ardiansyah, Wendi Putranto, Wening Gitomartoyo, Soleh Solihun, Denny Sakrie, Denny MR, David Tarigan, Theodore KS, Salman Aristo
Media: ROLLING STONE (Indonesia)
Tahun: 2009, Desember
Halaman: 30-103
Ukuran: 141 MB

Versi Produksi: Digital/PDF
Kondisi File: terbaca/Terang
Lokasi Stok: Gudang Warsip

Stok 20

SKU: KL_9552 Kategori: Label ,

Keterangan

Melalui kutipan musisi James F. Sundah, “Tak ada lagu maka tak ada industri musik,” kliping bertitel “150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa” ini menegaskan bahwa sejarah seni musik telah menghiasi kancah industri Indonesia sejak tahun 1950-an, tepatnya dimulai dari era Irama dan Lokananta Records pada tahun 1951 hingga era modern saat kliping ini diterbitkan.

Penyusunan daftar 150 lagu terbaik ini didasari oleh kekuatan lagu-lagu yang dinilai fenomenal, monumental, serta menjadi penanda penting bagi berbagai zaman. Pihak Rolling Stone Indonesia bersama para kontributor, pengamat, dan penikmat musik merasa perlu memberikan kontribusi nyata dalam mendokumentasikan sejarah musik Indonesia yang selama ini dirasa kurang tergarap dengan baik. Proses kurasi di dalam kliping ini diakui tidaklah mudah. Dibandingkan dengan penyusunan daftar 150 Album Indonesia Terbaik pada edisi Desember 2007, penentuan kategori lagu ini membutuhkan energi yang jauh lebih besar karena harus menyelami detail tiap karya secara spesifik.

Kliping ini menjelaskan bahwa kriteria lagu yang terpilih harus memenuhi beberapa syarat ketat, antara lain: memberikan inspirasi, berasal dari wilayah musik populer, tergabung dalam sebuah album, kompilasi, atau single resmi yang dirilis di playlist radio nasional, serta merupakan karya asli warga negara Indonesia (WNI) dan bukan jiplakan. Penilaian dilakukan dengan mengumpulkan daftar urutan lagu versi pribadi dari puluhan juri pemilih yang berlatar belakang berbagai industri hiburan. Hasil pilihan tersebut kemudian ditabulasikan berdasarkan jumlah vote terbanyak dan dimatangkan kembali dalam rapat tim intensif yang penuh debat demi menghasilkan potret sejarah musik berkualitas selama 50 tahun terakhir.

Meskipun menyadari adanya unsur subjektivitas dan potensi pro-kontra dari pembaca, tim penulis yang terdiri dari pengamat musik senior seperti Adib Hidayat, Denny Sakrie, dan Denny MR, menekankan bahwa hasil akhir ini memiliki landasan data empiris. Harapan terbesar dari penerbitan daftar di dalam kliping ini adalah agar memicu pengakuan yang lebih luas bagi para pencipta lagu yang mungkin namanya kurang dikenal, namun memiliki kemampuan magis dalam menciptakan karya legendaris yang melekat secara emosional di hati para penggemarnya. Daftar ini menjadi bentuk penghormatan tertinggi bagi para pahlawan musik Indonesia.

DAFTAR 10 dari 150 LAGU INDONESIA TERBAIK

(1) Bongkar (Halaman 35)

Album: Swami I | Penyanyi: Iwan Fals | Pencipta: Iwan Fals dan Sawung Jabo | Label: Airo Swadaya Stupa Record | Tahun: 1989

Jika sebuah lagu dianggap mampu mewakili kenyataan sosial, maka “Bongkar” adalah fakta tak terbantahkan bahwa kultur feodalisme begitu berurat akar di ranah tercinta ini. Tema besar lagu ini adalah persoalan eksistensialisme yang ditulis di Gin, studio rekaman di daerah Petojo, Jakarta Barat, pada Desember 1989.

(2) Kebyar-kebyar (Halaman 36)

Album: Kebyar-kebyar | Penyanyi: Gombloh | Pencipta: Gombloh | Label: Golden Hand | Tahun: 1979

Soejarwoto Soemarsono alias Gombloh bukanlah lelaki berpenampilan gagah apalagi patriotik, namun dari tangannyalah lahir lagu-lagu bertema kecintaan pada tanah air. Aransemen lagu ini sesungguhnya tidak riuh oleh irama mars, melainkan lebih dekat pada kerangka musik pop dengan lirik yang memiliki kemampuan syiar yang kuat.

(3) Badai Pasti Berlalu (Halaman 37)

Album: Badai Pasti Berlalu | Penyanyi: Berlian Hutauruk | Pencipta: Erros Djarot | Label: Irama Mas | Tahun: 1977

Tak berlebihan jika sebagian orang menyebut lagu “Badai Pasti Berlalu” merupakan masterpiece dari Erros Djarot di sepanjang karier musiknya. Aura dark dan gloomy memang mengungkung lagu yang dipagari dominasi instrumen keyboard Yockie Surjoprajogo serta kualitas vokal Berlian Hutauruk yang extravagant.

(4) Bis Sekolah (Halaman 38)

Single: Bis Sekolah | Penyanyi: Koes Bersaudara | Pencipta: Tonny Koeswoyo | Label: Irama | Tahun: 1964

Lagu “Bis Sekolah” pertama kali beredar sebagai single bersisian dengan “Gadis Puri” dalam bentuk cakram piringan hitam. Tonny Koeswoyo menerjemahkan keriangan yang menjadi nuansa lagu dengan permainan melodi yang lincah dan menggelitik lewat riff gitarnya yang amat variatif.

(5) Guru Oemar Bakrie (Halaman 40)

Album: Sarjana Muda | Penyanyi: Iwan Fals | Pencipta: Iwan Fals | Label: Musica Studios | Tahun: 1981

Album yang menampilkan lagu “Guru Oemar Bakrie” ini kerap disebut sebagai debut Iwan Fals di dunia profesional dan menjadi titik tolak kelahirannya sebagai seorang penyanyi solo legendaris. Lagu ini bercerita tentang sosok guru yang bekerja dengan semangat tanpa kenal pamrih di tengah dunia pendidikan yang carut-marut.

(6) Kembali Ke Jakarta (Halaman 41)

Album: Dheg Dheg Plass (vol.1) | Penyanyi: Koes Plus | Pencipta: Yon Koeswoyo | Label: Dimita Molding Ltd | Tahun: 1969

Karya pertama anak-anak Koeswoyo dengan nama Koes Plus ini lahir setelah posisi drummer Nomo Koeswoyo digantikan oleh Murry. Lagu “Kembali Ke Jakarta” ditulis pada saat Indonesia tengah mengalami pergolakan politik peralihan kekuasaan dari Orde Lama ke Orde Baru, menggambarkan betapa ibu kota memiliki magnet luar biasa bagi kaum urban.

(7) Berita Kepada Kawan (Halaman 42)

Album: Camelia II | Penyanyi: Ebiet G Ade | Pencipta: Ebiet G Ade | Label: Jackson Records & Tapes | Tahun: 1979

Lagu “Berita Kepada Kawan” akhirnya berubah menjadi disaster anthem karena liriknya kerap menyeruak di berbagai stasiun radio maupun televisi berbarengan dengan merebaknya berbagai bencana alam di negeri ini. Lagu ini merupakan sebuah lagu bercorak folk balada yang ditorehnya sekitar bulan Juni 1978, di saat terjadi bencana gas beracun dari kawah Sinila di dataran tinggi Dieng.

(8) Kehidupan (Halaman 43)

Album: Semut Hitam | Penyanyi: Achmad Albar | Pencipta: Yockie Suryoprayogo | Label: Loggis Records | Tahun: 1988

Lagu ini dibawakan oleh grup band legendaris God Bless setelah mereka melangsungkan reuni pasca berpisah selama 12 tahun. Dari segi aransemen, “Kehidupan” tidak serumit “Anak Adam”, menawarkan kematangan emosi secara menyeluruh baik dari kualitas vokal Achmad Albar maupun aransemen musik yang digarap Yockie Suryoprayogo.

(9) Sakura (Halaman 44)

Album: Sakura | Penyanyi: Fariz RM | Pencipta: Fariz RM | Label: Fariz Organisation & Akurama Records | Tahun: 1980

Seandainya lagu “Sakura” tidak muncul dalam film layar lebar berjudul Sakura Dalam Pelukan, mungkin tak akan pernah lahir sebuah album ambisius dari Fariz RM ini. Lagu ini berhasil membangun pencitraan Fariz RM sebagai musisi serba bisa karena ia memainkan sendiri seluruh instrumen mulai dari gitar, piano elektrik, synthesizer, bas, hingga drum.

(10) Bento (Halaman 45)

Album: Swami I | Penyanyi: Swami | Pencipta: Iwan Fals & Naniel | Label: PT Airo Swadaya Stupa Record | Tahun: 1989

Dari sebelas lagu yang terdapat pada album perdana Swami, “Bento” merupakan satu-satunya lagu yang rekamannya dilakukan secara live. Tanpa menunjuk pihak tertentu, lirik “Bento” mudah ditangkap sebagai penggambaran fenomena bagi mereka yang berada di lingkar kekuasaan semasa rezim Soeharto berkuasa.

CATATAN

Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:

– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co

– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.