Keterangan
“Bercerai lantaran tak punya anak, tak selamanya membuat petaka, meski yang paling berat menanggung akibatnya adalah si wanita.”
Kliping dari majalah Zaman (7 Mei 1983) yang berjudul “Bercinta Utuh, Tak Punya Anak Runtuh” menyoroti realitas sosial mengenai pandangan masyarakat terhadap kehadiran anak dalam perkawinan serta beban moral yang timpang terhadap perempuan ketika suatu pasangan belum dikaruniai keturunan.
Di dalam sebuah keluarga, keturunan kerap kali dianggap sebagai dambaan utama yang melengkapi kebahagiaan. Tanpa anak, keutuhan rumah tangga sangat rentan goyah bahkan berujung pada perceraian. Ironisnya, apabila sepasang suami istri tidak memiliki anak, pihak wanitalah yang paling berat menanggung akibatnya dan sering kali dicap mandul secara sepihak tanpa pemeriksaan medis yang adil.
Kliping ini menyajikan tiga ilustrasi kasus nyata untuk menggambarkan fenomena tersebut. Pertama, kisah Nyonya Ida, seorang perawat asal Tapanuli di Jakarta. Setelah empat tahun menikah dan belum memiliki anak, suaminya pulang ke kampung halaman untuk menikah lagi secara diam-diam. Nyonya Ida yang menolak dimadu akhirnya memilih untuk menggugat cerai ke pengadilan.
Kedua, kisah keluarga Pak Suryo. Setelah belasan tahun membangun rumah tangga yang rukun tanpa keturunan, pernikahan mereka akhirnya pecah. Setelah bercerai, Pak Suryo segera menikah kembali dan langsung mendapatkan anak, sementara mantan istrinya, Nyonya Hartati, yang sempat putus asa, akhirnya menemukan kebahagiaan baru dengan menikahi seorang perjaka tua dan berhasil melahirkan seorang putri.
Kasus ketiga menyoroti Kris yang menikahi seorang mantan wanita malam dengan tekad mengangkat derajatnya. Namun, setelah lima tahun tanpa anak, keharmonisan mulai retak. Akibat tekanan psikologis yang berat dan takut diceraikan, sang istri nekat melakukan tipu muslihat dengan pura-pura hamil hingga usia kandungan rekaan mencapai lima bulan sebelum akhirnya kebohongannya terbongkar.
Melalui rangkaian kisah tersebut, kliping ini memperlihatkan bahwa perkawinan yang didasari cinta mendalam atau niat mulia sekalipun tetap rentan runtuh di hadapan konstruksi sosial masyarakat yang menempatkan anak sebagai penentu utama kelangsungan rumah tangga.
CATATAN
Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:
– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co
– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.





