Keterangan
Melalui perspektif pengendalian penataan ruang dan perubahan hak dan penggunaan tanah, penulis secara kritis melihat bahwa yang terjadi di Yogyakarta dalam kenyataannya adalah kebijakan pemerintah yang mempermudah, sekaligus telat dalam mengantisipasi proses dan dampak buruknya, peralihan hak dan penggunaan tanah di kota Yogyakarta dalam praktiknya masih diwujudkan dalam bentuk pengistimewaan pada pemilik modal, elit, dan berbagai kepentingan yang jauh dari hajat hidup orang banyak, di kota maupun di desa. Jika telah banyak buku yang mengkritisi apa yang terjadi di pedesaan, maka buku ini menyajikan apa yang terjadi di perkotaan.
CATATAN: Silakan Kunjungi web warungarsip.co. Jika sulit untuk login, silakan hubungi jalur cepat Gudang Warung Arsip via SMS/Wasap ~ 0878-3913-7459 (Pesan Cepat)
![Ardiana Dewi Susanti ~ Jogja-ku[dune Ora] Didol (2016)](https://i0.wp.com/i.imgur.com/AREDeUg.png?fit=%2C&ssl=1)




