Esai Alwi Shihab ~ Bahasa Air Mata (Ummat_No. 01, 21 Juli 1997)

Rp 3.000,00

Penulis: Alwi Shihab
Media: Ummat_No. 01
Tahun: 1997
Halaman: 102
Ukuran: 3 MB

Versi Produksi: Digital/PDF
Lokasi Stok: Gudang Warsip

Stok 25

Keterangan

Banyak cara menyampaikan pesan dan aneka ragam bahasa untuk berkomunikasi. Dia seribu bahasa pun sering efektif digunakan. Siti Maryam diperintahkan Allah berdiam atau menggunakan simbol untuk itu (Q.S. 3: 41 dan 19: 26). Ummu Kalsum, penyanyi tanah Mesir, pernah menyanyikan syair gubahan Ahmad Syauqi, “Lumpuh ungkapan bahasa, namun nyala tatapan mata lebih ampuh untuk mengekspresikan cintaku pada kekasih,” kata Syauq.

Di antara sekian banyak sarana komunikasi, air mata atau tangis merupakan pesan yang sangat dalam. Manusia-manisia agung pun mencucurkannya. Nabi Muhammad SAW pun mencucurkan ari mata saat mencium putranya, Ibrahim, yang menghembuskan nafas terakhir. Melihat itu Abdurrahman ibn Auf tercengang dan berkata, “Engkau juga menangis wahai Rasul.” Nabi menjawab, “Ini adalah rahmat Tuhan.” Sabdanya, “Air mata berlinang, hati terkoyak-koyak kesedihan, namun kami tak akan berkata kecuali yang diridhai Allah. Wahai anakku Ibrahim, sungguh kami sedih atas perpisahan ini.”

CATATAN: Jika Anda sulit untuk masuk di warungarsip.co, silakan hubungi jalur cepat Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp ~ 0878-3913-7459 (Pesan Cepat)