Keterangan
Taring Padi didirikan oleh 12 pekerja seni muda di Yogyakarta 21 Desember 1998. Mereka ingin memperjuangkan solusi dari persoalan-persoalan rakyat lewat karya seni, sekaligus upaya penyetaraan pemahaman seni antara pekerja seni dan rakyat. Atau dalam bahasa Yustoni Volunteero, Presiden Taring Padi, mereka kecewa dengan “seni yang tidak punya basis” dan “seni yang hanya mencerahkan si seniman sendiri,” seni yang dimantapkan oleh galeri dan jurnal-jurnal.
Estetika Taring Padi adalah estetika yang mengabdi pada kebutuhan masyarakat kelas bawah yang tertindas (inilah yang sebenarnya yang mereka sebut “rakyat”). Harap dimengerti bahwa Taring Padi tidak mengartikan estetika dengan abstraksi filosofis yang rumit dan berbelit-belit, tetapi diartikan secara pragmatis dan fungsional.
—
Kliping ini mengulas profil Lembaga Budaya Kerakyatan TARING PADI yang didirikan 12 pekerja seni muda di Yogyakarta pada 21 Desember 1998. Kelompok ini lahir dari kekecewaan terhadap dunia seni elite yang tidak berbasis pada rakyat dan hanya melayani galeri.
Esai ini menjelaskan ideologi kerakyatan Taring Padi yang melawan lima musuh kebudayaan, seperti seni untuk seni dan eksotisme kebudayaan demi modal. Melalui media seperti poster, baliho, dan majalah bulanan Terompet Rakyat, mereka menyuarakan isu buruh, tani, serta perlawanan terhadap militerisme dan kapitalisme.
Selain membuat karya, penulis memperlihatkan partisipasi langsung Taring Padi dalam aksi massa dan pendampingan masyarakat kelas bawah. Keberhasilan estetika mereka diukur dari efektivitas komunikasi dan keterlibatan seni dalam pergerakan sosial-politik rakyat.
CATATAN
Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:
– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co
– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.





