Esai Limas Sutanto: Kriminalitas dan Adimanusiawi

Rp 5.000,00

Penulis: Limas Sutanto
Media: TIRAS
Tahun: 1995, 26 Oktober, No.39, Thn.1
Halaman: 76-77
Ukuran: 2,37 MB

Versi Produksi: Digital/PDF
Kondisi File: terbaca/Terang
Lokasi Stok: Gudang Warsip

Stok 19

SKU: KL_9485 Kategori: Label , ,

Keterangan

“Peperangan melawan kriminalitas adalah upaya nyaris abadi, perjuangan langgeng, yang pelaku utama dan musuh utamanya adalah manusia sendiri.”

Esai ini berangkat dari kegelisahan masyarakat terhadap peningkatan kualitas dan kuantitas kriminalitas yang semakin brutal. Limas Sutanto, melalui perspektif psikososial, mengawali analisisnya dengan meminjam pemikiran sosiolog Emile Durkheim yang menyatakan bahwa kriminalitas adalah fenomena sosial yang “normal”—dalam artian ia akan selalu eksis dalam setiap masyarakat sepanjang sejarah. Namun, penulis menekankan bahwa mengakui kenormalan ini bukan berarti kita harus bersikap pasrah atau skeptis.

Penulis menyoroti bahwa solusi konvensional seperti kesejahteraan ekonomi, kemajuan teknologi, hingga sistem demokrasi tidak secara otomatis mampu menekan angka kejahatan. Sejarah membuktikan bahwa negara kaya seperti Jepang pun tetap bisa diguncang oleh aksi teror (seperti sekte Aum Shinri-Kyo), dan kemajuan teknologi justru sering kali memberi inspirasi bagi bentuk-bentuk kejahatan baru yang lebih canggih. Bahkan, demokrasi sering kali gagal jika penegakan hukum (rule of law) tidak dijalankan secara konsekuen atau jika elite penguasa justru menggunakan cara-cara kriminal demi mempertahankan kekuasaannya.

Menurut Limas, peperangan melawan kriminalitas yang paling hakiki tidak terletak pada operasi-operasi dadakan yang bersifat impulsif, melainkan pada kelanggengan manusiawi. Penulis mengkritik kondisi masyarakat saat ini yang disebut sebagai society of spectacle (meminjam istilah Guy Debord), di mana manusia cenderung hidup dalam “imanensi”—terjebak pada hal-hal yang instan, dangkal, dan bersifat tontonan semata. Kondisi ini membuat manusia semakin jauh dari nilai-nilai transendental.

Kesimpulan esai ini mengajak pembaca untuk melawan kriminalitas melalui upaya “adimanusiawi” (surhumain). Perlawanan ini dilakukan dengan merajut kembali jati diri insani melalui iman, takwa, dan komitmen pada nilai-nilai ideal yang melampaui kepentingan sesaat. Kriminalitas harus diperangi bukan sekadar dengan kekuatan fisik, melainkan dengan kekompakan kepribadian manusia yang berorientasi pada nilai-nilai abadi dan transenden.

CATATAN

Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:

– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co

– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.