Nobel untuk Ramos Horta dan Uskup Belo (Timor Timur): Jaringan Anti RI dan Islam

Rp 30.000,00

Penulis: –
Media: UMMAT
Tahun: 1995, 30 Oktober
Halaman: 20-28
Ukuran: 12,9 MB

  • Versi Produksi: Digital/PDF
  • Kondisi File: Terbaca/Terang
  • Lokasi Stok: Gudang Warsip

Stok 19

SKU: KL_9417 Kategori: Label , , ,

Keterangan

“Barat masih merasa sebagai komunitas yang superior, dan selain Barat adalah negara-negara yang bisa dipermainkan.” — M. Riza Sihbudi

Kliping yang menjadi cover story ini mengangkat tema besar mengenai bias penghargaan internasional yang dinilai menyudutkan Republik Indonesia dan umat Islam.

Fokus utama narasi ini adalah kontroversi pencalonan Uskup Belo untuk Nobel Perdamaian, serta pemberian penghargaan kepada tokoh-tokoh seperti Carmel Budiardjo (Right Livelihood Award) dan Pramoedya Ananta Toer (Ramon Magsaysay).

Kliping ini berargumen bahwa penghargaan internasional sering kali menjadi alat politik Barat untuk menekan negara berkembang atau ideologi tertentu.

Dalam konteks Indonesia, dukungan internasional terhadap tokoh-tokoh yang kritis terhadap pemerintah dalam isu Timor Timur dipandang sebagai upaya mendelegitimasi kedaulatan RI.

Di sisi lain, terdapat kritik tajam mengenai standar ganda Barat: figur yang dianggap menghina Islam seperti Salman Rushdie dan Taslima Nasreen dibela atas nama kebebasan berekspresi, sementara akademisi seperti Annemarie Schimmel justru dikecam karena menunjukkan empati terhadap perasaan umat Islam.

Para pemikir dalam kliping ini, seperti Amien Rais dan Jalaluddin Rakhmat, menyebut fenomena ini sebagai bagian dari “kesadaran kolektif” atau “hegemoni Barat” yang berakar pada sejarah panjang perseteruan Timur-Barat.

Barat dituduh masih mengidap “sindrom kolonialisme” dan menggunakan isu HAM serta demokrasi sebagai senjata politik. Kesimpulannya, artikel ini menyerukan kewaspadaan terhadap agenda tersembunyi di balik apresiasi global yang sering kali tidak objektif dan sarat akan kepentingan strategis pemodal maupun politik negara-negara maju.

NARASUMBER:

Amien Rais (Ketua Umum PP Muhammadiyah)

Jalaluddin Rakhmat (Pakar Ilmu Komunikasi/Politik)

M. Riza Sihbudi (Peneliti LIPI)

Dewi Fortuna Anwar (Peneliti CIDES)

Lukman Harun (Korbid Sosial Ekonomi PP Muhammadiyah)

K.H. Miftah Faridl (Ketua MUI Kodya Bandung)

Nirwan Dewanto (Budayawan)

Haidar Bagir (Penulis kolom Perspektif)

Franz Magnis Suseno (Dikutip pernyataannya dari media lain)

Edward Said (Intelektual Palestina, dikutip melalui karyanya)

DAFTAR KLIPING

Peristiwa Utama: Semangat Anti R.I. dan Islam (Laporan Utama) ~ 20-22

Di Antara Jaringan dan Hegemoni (Analisis keterlibatan lembaga internasional) ~ 23-26

Tentang Bias Agama dan Objektivitas (Pendapat para pakar/narasumber) ~ 27

Perspektif: Fenomena Schimmel (Kolom oleh Haidar Bagir) ~ 28

CATATAN:

Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:
– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co
– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.