Pengadilan Petani: Antara Singkong Goreng dan Cake (Tiras, No. 0, 12 Januari 1995)

Rp 2.000,00

Penulis: Dadi R. Sumaatmadja
Media: Tiras
Edisi: No. Percobaan, Th. I, 12 Januari 1995
Halaman: 56-58
Ukuran: 10,1 MB

  • Versi Produksi: Digital/PDF
  • Lokasi Stok: Gudang Warsip

Stok 17

SKU: KL_5493 Kategori: Label , , , ,

Keterangan

Ketiga petani Desa Jelai Hulu, Ketapang, Kalimantan Barat itu bernama Lingah, Pacah, dan Sumir. Perjuangan ketiganya untuk merehabilitasi nama pupus setelah benteng pengadilan terakhir, Mahkamah Agung, pada 13 Desember 1994, mengetuk vonis penolakan PK. Ketiganya dituduh membunuh Pamor bin Gentali dan dijatuhi hukuman 11 tahun penjara.

Padahal, menurut pengakuan ketiganya–juga 12 petani lainnya–mereka sedang berburu babi di hutan dan menemukan mayat Pamor yang tiada lain ayah angkat Pamor sendiri.

Babinsa yang memeriksa perkara ini memukuli Lingah, Pacah, dan Sumir. Ketiganya dihantam habis-habisan untuk mengaku bersekongkol. Di pengadilan pun ketiganya menolak atas dakwaan yang tidak mereka lakukan.

Walhasil, peristiwa hukum ini menarik perhatian masyarakat ramai. Hingga MA menolak PK, media masih menyorotinya.

Pengacara ketiga petani itu adalah Akil Mochtar.

CATATAN: Jika Anda sulit untuk masuk di warungarsip.co, silakan hubungi jalur cepat Gudang Warung Arsip via SMS/Wasap ~ 0878-3913-7459 (Pesan Cepat)