Penyakit Lepra/Kusta: Kisah Legimah dan Ngateman

Rp 5.000,00

Penulis: –
Media: ZAMAN
Tahun: 1983, 7 Mei, No.32/IV
Halaman: 27-29
Ukuran: 32,4 MB

Versi Produksi: Digital/PDF
Kondisi File: terbaca/Terang
Lokasi Stok: Gudang Warsip

Stok 20

SKU: KL_9557 Kategori: Label ,

Keterangan

“Manusia tetap manusia. Berpenyakit ataupun sehat toh tetap tak bisa menghindar dari kodratnya. Ngateman berpenyakit kusta, toh sebagai lelaki, keinginannya itu sehat dan wajar. Ia tidak menganggap masa depan suram seluruhnya.”

“Masyarakat yang menolak seorang penderita kusta yang sudah sembuh, pantas untuk diragukan rasa kemanusiaannya. Kalau bekas penderita kusta itu ditolak, lantas harus hidup di mana?”

Kliping majalah Zaman edisi 7 Mei 1983 yang berjudul “Kisah Legimah dan Ngateman” menguraikan secara mendalam realitas sosial memilukan yang dihadapi oleh para penderita penyakit kusta di Indonesia. Laporan jurnalistik ini berfokus pada kehidupan di sebuah rumah sakit kusta terpencil di Desa Sumber Glagah, Mojokerto, yang merawat 73 penderita. 

Melalui kisah tragis dua tokoh utamanya, Legimah dan Ngateman, kliping ini menyoroti bagaimana stigma negatif, pengucilan, dan penolakan kejam dari lingkungan masyarakat sekitar serta keluarga dekat sering kali terasa jauh lebih menyakitkan daripada beban fisik dari penyakit lepra itu sendiri.

Legimah, seorang wanita berusia 40 tahun asal Desa Dawar, Mojokerto, tercatat sebagai penghuni paling lama di rumah sakit tersebut selama 20 tahun. Sejak usia 15 tahun, ia terserang kusta parah yang membuat kulitnya pecah dan mengelupas. Akibat kondisi tersebut, seluruh keluarganya ikut dicemooh hingga orang tuanya meninggal dunia dalam penderitaan. 

Menghadapi intimidasi warga yang mengancam akan mengusirnya ke gubuk di dekat kuburan, Legimah dirundung keputusasaan mendalam hingga mencoba bunuh diri dengan seutas tali sebelum digagalkan oleh keponakannya. Pengalaman traumatis ini memutus total hubungannya dengan dunia luar dan membuatnya enggan pulang.

Nasib yang tidak kalah memprihatinkan dialami oleh Ngateman, pria asal Desa Perak, Jombang, yang terserang kusta sejak usia 6 tahun sehingga kehilangan masa kanak-kanak dan kesempatan bersekolah. Akibat pandangan sinis masyarakat yang takut tertular, warga desa sempat merencanakan tindakan keji untuk membuangnya ke tengah hutan hingga membakarnya hidup-hidup bersama rumahnya. 

Didorong rasa takut, Ngateman mencoba mengakhiri hidupnya dengan menjerat lehernya di tiang kayu, namun berhasil diselamatkan saudaranya sebelum akhirnya dievakuasi ke RS Sumber Glagah.

Di bawah kepemimpinan Kepala Rumah Sakit, Suryatiningsih atau Bu Yati, tempat karantina ini memberikan perawatan medis intensif dan bimbingan rohani. Meski Ngateman kemudian mengalami kebutaan akibat penyakitnya, ia berhasil menemukan ketenangan batin. 

Kliping ini menegaskan bahwa penderita kusta adalah manusia biasa yang tetap memiliki harapan hidup dan emosi yang wajar. Penolakan sosial yang terus berlangsung terhadap mantan penderita yang telah sembuh memicu sebuah gugatan moral yang mendasar mengenai hilangnya nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.

CATATAN

Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:

– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co

– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.