RUU Unjuk Rasa: Ini Dilarang, Itu Bubarkan! (Detektif & Romantika, Juli 1998)

Rp 2.000,00

Penulis: –
Media: Detektif & Romantika, No. 48
Tahun: 1998
Halaman: 67-68
Ukuran: 8. 25 MB

  • Versi Produksi: Digital/PDF
  • Lokasi Stok: Gudang Warsip

Stok 25

SKU: KL_5596 Kategori: Label , , , , ,

Keterangan

Pada pertengahan Juli 1998, mencuat isu pembahasan RUU Unjuk Rasa. Kebebasan berpendapat selama orde baru yang tak memiliki tempat menjadi agenda penting pada era Reformasi. Pemerintah menelurkan RUU Unjuk Rasa karena dua hal. Pertama, Pasal 28 UUD 1945 menetapkan kemerdekaan berserikat, berkumpul, dan berpendapat akan diatur dengan undang-undang. Kedua, tata cara menyampaikan pendapat perlu diatur agar kemurnian tujuan dan perserta penyampaian pendapat umum dapat terjamin.

RUU itu juga membatasi peserta unjuk rasa maksimal 100 orang. Namun, RUU itu dinilai membatasi ruang demokrasi era Reformasi. Menurut Bambang Widjojanto Ketua Umum LBH Indonesia, mestinya yang dibuat adalah undang-undang yang mengatur dan mengontrol tindakan dan wewenang aparat keamanan. Dalam kliping ini tersaji informasi tentang hiruk-pikuk RUU Unjuk Rasa.

CATATAN: Jika Anda sulit untuk masuk di warungarsip.co, silakan hubungi jalur cepat Gudang Warung Arsip via SMS/Wasap ~ 0878-3913-7459 (Pesan Cepat)

Additional Information

Weight 0.1 kg