Ulama Madura Menolak Di-Batam-kan: BJ Habibie Membatasi (SINAR, 05 September 1994)

Rp 5.000,00

Penulis: Yudi Faisal, Asep Sambodja, Titin Rosmasari, Victoria Sidjabat
Penerjemah: –
Ilustrator: –
Fotografer: –
Media: SINAR
Edisi: No. 49/Tahun I
Tahun: 1994, 5 September
Halaman: 69
Ukuran: 1,63 MB

  • Versi Produksi: Digital/PDF
  • Lokasi Stok: Gudang Warsip

Stok 15

SKU: KL_9185 Kategori: Label , , , , , , ,

Keterangan

Kliping ini dokumentasi penolakan ulama yang terkumpul dalam Basra atau Badan Silaturahmi Ulama Madura atas proyek besar pemerintah menjadikan Madura sebagai “Batam baru”. Madura diubah menjadi kawasan otorita industri.

Ulama Basra bahkan sudah diajak ke Batam dan menyetujui proyek industrialisasi itu dengan syarat mesti dilakukan secara islami dan melibatkan orang Madura. Penentangan menjadi keras saat ulama-ulama Sampang datang ke salah satu pertemuan Basra.

Ulama Sampang menolak keras proyek yang ditangani Menristek B.J. Habibie ini karena khawatir kasus Waduk Nipah bakal terjadi lagi.

Habibie pun punya rencana lain. Jika Madura gagal, Lamongan dijadikan pengganti.

CATATAN:

ANDA bisa menghubungi Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), jika:

– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co

– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.