Keterangan
“Menteri adalah seorang staatsman (pemimpin tingkat nasional). Ia berbeda dengan teknokrat. Jadi punya kemampuan lebih dari sekadar kemampuan teknis. Ia harus bijaksana.”
“Ia harus memberikan teladan jika berdiri di depan. Dia harus memberikan motifasi jika berdiri di dalam. Dan memberikan pengaruh jika ia berdiri di belakang.”
Kliping ini memuat wawancara eksklusif Wibowo Soemadji dari majalah Zaman dengan Sutopo Yuwono, mantan kepala intelijen dan Duta Besar RI untuk Belanda yang saat itu telah menjabat selama lebih dari empat tahun sebagai Gubernur Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas).
Wawancara mendalam ini menyoroti pandangan komprehensif Sutopo mengenai kriteria ideal seorang menteri atau pemimpin tingkat nasional dalam susunan Kabinet Pembangunan IV, dinamika hubungan antara ABRI dan sipil, serta fungsi strategis Lemhanas dalam melahirkan kader pemimpin bangsa.
Sutopo menegaskan bahwa seorang menteri harus bertindak sebagai seorang staatsman (pemimpin tingkat nasional) yang sejati, bukan sekadar seorang teknokrat yang hanya mengandalkan kemampuan teknis operasional. Seorang staatsman dituntut memiliki kebijaksanaan tinggi, kemampuan taktis, serta sifat normatif yang memahami betul kehendak sejati seluruh bangsa Indonesia.
Pemimpin tersebut juga harus memiliki sifat komplemantif yang selaras dengan esensi Pancasila demi menciptakan keserasian nasional. Dalam implementasinya, pemimpin yang ideal lebih mengedepankan asas musyawarah tanpa paksaan, serta mampu menerapkan prinsip kepemimpinan yang memberikan teladan jika berdiri di depan, memberikan motivasi jika berada di dalam/tengah, dan memberikan pengaruh positif jika berada di belakang.
Di era pemantapan dan pembentukan bangsa saat itu, seorang staatsman wajib berpikir secara terpadu dan integral demi merumuskan strategi yang utuh, meskipun memimpin bidang yang bersifat sektoral.
Lebih lanjut, kliping ini membahas pentingnya peningkatan kemampuan manajemen di negara berkembang melalui pelatihan kepemimpinan di segala bidang dan jenjang, termasuk kepegawaian, ABRI, kekuatan sosial, bidang usaha, pemuda, hingga wanita.
Mengenai dinamika politik, Sutopo menjelaskan bahwa ABRI berkedudukan setara dengan kelompok politik sebagai sesama kekuatan sosial yang diatur oleh undang-undang. Ia menepis kekhawatiran mengenai dominasi penuh militer di pos sipil pasca-G30S/PKI dengan menyatakan bahwa keterlibatan ABRI di lingkungan sipil dilakukan semata-mata jika diminta dan dibatasi oleh jumlah ketersediaan personel generasi muda militer yang terbatas.
Terakhir, Sutopo memaparkan peran krusial Lemhanas yang bertugas merumuskan konsep pikiran, doktrin, dan kebijakan strategi nasional, seperti doktrin ketahanan nasional, wawasan nasional, dan manajemen nasional. Melalui kursus reguler bagi perwira militer senior serta pejabat sipil strategis, Lemhanas mengemban tugas utama untuk memperluas kemampuan kepemimpinan dari skala nasional sektoral menuju pemikiran nasional integral yang dipercayai oleh masyarakat.
CATATAN
Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:
– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co
– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.





