Keterangan
Kliping ini menggambarkan industri biro perjalanan yang sedang “sekarat”. Fenomena “sudah jatuh tertimpa tangga” menjadi kenyataan pahit bagi para pengusaha:
Kenaikan Fiskal yang Drastis. Kebijakan pemerintah menaikkan bea fiskal luar negeri dari Rp 250.000 menjadi Rp 1.000.000 (naik 400%) mencekik minat warga lokal untuk bepergian ke luar negeri.
Ancaman Alam dan Keamanan. Bisnis makin terpuruk akibat bencana asap hutan yang berkepanjangan, rangkaian kecelakaan pesawat, serta ancaman kerusuhan dan demonstrasi yang membuat wisatawan asing enggan berkunjung (inbound tour turun hingga 50%).
Krisis Nilai Tukar. Melorotnya nilai rupiah membuat biaya operasional membengkak sementara pendapatan anjlok hingga 80% di beberapa daerah.
Ketua Umum ASITA, Sri Mulyono Herlambang, menjelaskan bahwa banyak perusahaan memilih untuk “tidur” atau tidak aktif sementara waktu daripada terus menanggung kerugian dan biaya pegawai yang tinggi. Upaya pemerintah melakukan promosi ke luar negeri pun dianggap gagal karena sentimen negatif terkait keamanan dan bencana alam di Indonesia lebih kuat.
Strategi bertahan yang dilakukan saat itu mencakup efisiensi ketat, pemotongan anggaran promosi, hingga merumahkan karyawan (PHK).
CATATAN
Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:
– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co
– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.





