AIDS: Penyakit Misterius Kaum Homoseks

Rp 5.000,00

Penulis: –
Media: ZAMAN
Tahun: 1983, 7 Mei, No.32/IV
Halaman: 56-58
Ukuran: 32 MB

Versi Produksi: Digital/PDF
Kondisi File: terbaca/Terang
Lokasi Stok: Gudang Warsip

Stok 20

SKU: KL_9556 Kategori: Label , ,

Keterangan

“Misalkanlah diri anda seorang homoseks yang tinggal di New York… Anda sudah mengenal penyakit itu selama dua tahun, dan gelisah, karena banyak teman-teman anda yang mati karenanya. Tiba-tiba ada orang sakit atau mati karena transfusi darah dan orang ribut. Anda tentu merasa, ‘ya Allah, hanya satu yang menjadi korban di antara mereka, lalu mereka ribut. Tapi 700 yang menderita di kalangan kami, tidak seorang pun mempedulikannya.'”

— Dr. James W. Curran (Pusat Pencegahan Penyakit di Atlanta)

Kliping ini membahas kemunculan wabah penyakit baru yang sangat mematikan bernama Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Amerika Serikat. Penyakit ini menyerang sistem kekebalan tubuh manusia hingga lumpuh total, membuat penderitanya sangat rentan terhadap infeksi mematikan seperti Kaposi’s sarcoma (kanker kulit) dan pneumocystis carinii pneumonia (infeksi paru-paru). 

Hingga laporan ini diturunkan, tercatat 381 orang meninggal dari 980 orang yang terserang di Amerika Serikat. Mayoritas korbannya adalah kaum homoseksual usia muda yang berdomisili di New York dan California. Meski demikian, penularan juga ditemukan pada bayi prematur akibat transfusi darah, warga Haiti, serta para pecandu obat bius yang menggunakan jarum suntik bersama.

Penyakit ini memicu perdebatan dan kepanikan sosial yang luas. Lembaga seperti National Hemophilia Foundation mendesak pembatasan donor darah dari kelompok berisiko tinggi demi melindungi pasokan darah, sementara lembaga hak asasi manusia seperti Coalition for Human Rights menentang langkah tersebut karena dianggap diskriminatif. 

Di sisi lain, muncul inisiatif dari komunitas seperti Proyek Shanti di San Francisco yang memberikan penyuluhan serta pendampingan moral bagi para penderita yang dikucilkan oleh lingkungan dan keluarganya.

Para ahli medis menduga virus ini larut dalam darah dan menular melalui hubungan seksual, sperma, air ludah, serta luka kecil. Pemerintah Amerika Serikat melalui Kongres mulai mengucurkan dana sebesar US$ 2 juta kepada Pusat Pencegahan Penyakit (CDC) di Atlanta untuk meneliti penyebab pastinya. 

Sementara itu, situasi di Indonesia saat itu belum mencatat adanya laporan kasus AIDS di kalangan kaum homoseksual. Beberapa dokter Indonesia, seperti dr. Kartono Mohamad dan dr. Faisal Baraas, menilai fenomena ini belum dipandang sebagai ancaman misterius yang sama di tanah air. Mereka berpendapat bahwa gangguan ekologi kuman di dalam tubuh akibat penyalahgunaan obat-obatan pencegah rangsang, antibiotik, serta gaya hidup seksual tertentu menjadi faktor pemicu utama runtuhnya pertahanan imun penderita.

CATATAN

Anda bisa menghubungi juru kunci Gudang Warung Arsip via SMS/Whatsapp 0878-3913-7459 (Pesan Cepat), JIKA:

– Kesulitan masuk di situs web warungarsip.co

– Jika dokumen yang Anda cari belum ada di situs web. Sebab, karena kemampuan penyimpanan yang tidak maksimal, sebagian besar kliping tidak bisa diunggah.